Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:57 WIB
loading...
Harga Eceran Tertinggi...
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso enggan spekulatif soal kapan kenaikan harga eceran tertinggi atau HET MinyaKita. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan ( Mendag ), Budi Santoso enggan spekulatif soal kapan kenaikan harga eceran tertinggi atau HET MinyaKita. Hanya saja, Budi memastikan tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan bakal terjadi penyesuaian harga minyak goreng yang berasal dari skema skema Domestic Market Obligation (DMO) tersebut.

"Ya, sementara kan belum ya," kata Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Selasa (14/7/2026).

Menurut Budi, hingga kini pemerintah masih melakukan kalkulasi sekaligus mempertimbangkan konsekuensi dari dampak terjadinya kenaikan HET MinyaKita di pasaran. Sampai waktunya dianggap pas untuk dinaikkan, pemerintah enggan melontarkan isu kenaikan harga.

Baca Juga: Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara

"Ya nanti pokoknya kalau itu (sudah ada final perhitungan kalkulasi ekonomi dan konsekuensi sosial-ekonomi) kita kabarkan (kenaikan atau tetap pertahankan harga)," urai Budi.

Adapun wacana menaikkan HET MinyaKita berembus seturut meningkatnya harga minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) yang menjadi bahan utama produksi minyak goreng.



Dan sebelumnya, pada awal Juni 2026, Mendag Budi yang pertama kali mengabarkan rencana kenaikan HET MinyaKita. Namun besaran dan waktunya belum dipastikan.

Saat itu pemerintah menyepakati untuk menaikkan harga seiring disparitas antara permintaan dan suplai. Besaran harga yang disesuaikan sampai saat ini masih dihitung secara matang oleh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik

Mendag juga menekankan belum ditetapkannya HET Minyakita mempertimbangkan kenaikan harga CPO yang masih bergerak fluktuatif belakangan waktu. Sehingga untuk sementara waktu harga Minyakita masih di angka sebelumnya, yakni Rp15.700 per liter.

Selain mencermati fluktuasi harga CPO, pemerintah juga melihat pertimbangan bisnis dalam merencanakan kenaikan harga MinyaKita. Ini tak terlepas dari eksportir yang menunaikan kewajiban DMO dengan memasok MinyaKita sedang dilanda minus biaya produksi migor tersebut.

Hanya berjarak tidak sampai satu bulan, Mendag Budi lantas menganulir pernyataannya soal kenaikan harga MinyaKita. Dia lantas membatalkan wacana kenaikan harga dalam waktu dekat seperti yang diutarakan sebelumnya.

Seturut itu, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) juga mengafirmasi keputusan Budi yang urung menaikkan harga karena mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

“Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga eceran tertinggi atau HET Minyakita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam keterangan resminya, dikutip 24 Juni 2026.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mentan Amran Ancam Bakal...
Mentan Amran Ancam Bakal Tindak Produsen Minyak Goreng yang Naikkan Harga
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Kemasan Plastik Picu...
Kemasan Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Rekomendasi
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Doa Memasuki Awal Bulan...
Doa Memasuki Awal Bulan Safar, Yuk Amalkan!
Berita Terkini
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved