Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:23 WIB
loading...
Esgin dan Agraus Resources...
PT Esgin Global Partners dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis untuk mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Esgin Global Partners dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis untuk mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mendorong investasi hijau serta mempercepat pengembangan proyek iklim yang berdaya saing di pasar karbon nasional maupun global.

"Penandatanganan HoA ini merupakan tonggak penting dalam membangun kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence, Digital MRV, teknologi blockchain, serta solusi inovatif pasar karbon, kami ingin menghadirkan proyek-proyek iklim yang menghasilkan dampak lingkungan yang terukur sekaligus menciptakan nilai ekonomi jangka panjang," ujar Chief Executive Officer PT Esgin Global Partners Brandon Keam dalam keterangan pers, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis

Penandatanganan HoA dilakukan dalam rangkaian Forum Strategis "Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi" yang diselenggarakan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Forum tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, lembaga keuangan, serta pengembang proyek karbon guna memperkuat implementasi kebijakan harga karbon dan mempercepat pengembangan proyek iklim di Indonesia.

Melalui kemitraan tersebut, kedua perusahaan berkomitmen mengeksplorasi peluang pengembangan climate projects yang memiliki integritas lingkungan tinggi, layak secara komersial (bankable), serta mampu memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. HoA itu juga menjadi landasan penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek-proyek strategis di masa mendatang.

Ruang lingkup kerja sama mencakup identifikasi dan evaluasi potensi proyek berkelanjutan, pertukaran informasi teknis, operasional, dan komersial, kajian kelayakan awal, pelaksanaan due diligence, pengembangan model bisnis dan skema investasi, hingga penyusunan dokumen kerja sama untuk pelaksanaan proyek.



CEO PT Agraus Resources Riza Suarga mengatakan kolaborasi tersebut menggabungkan pengalaman perusahaan dalam pengembangan proyek dengan kapabilitas teknologi yang dimiliki Esgin untuk menghasilkan proyek-proyek berkelanjutan yang inovatif dan memiliki nilai ekonomi.

"Dengan menggabungkan pengalaman Agraus Resources dan kapabilitas teknologi Esgin, kami optimistis dapat menghasilkan proyek-proyek berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Riza.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar

Kedua perusahaan menargetkan kerja sama tersebut dapat mempercepat pengembangan berbagai proyek di sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dekarbonisasi industri, pertanian berkelanjutan, solusi berbasis alam, serta sektor lain yang berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Esgin juga akan menghadirkan berbagai teknologi pendukung, seperti Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), infrastruktur aset lingkungan berbasis blockchain, sistem pengelolaan data ESG, hingga platform investasi hijau untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kesiapan proyek memasuki pasar karbon.

Kemitraan tersebut dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon, pengembangan investasi hijau, dekarbonisasi sektor industri, serta pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat pipeline proyek iklim berstandar internasional yang layak investasi dan siap diperdagangkan melalui mekanisme pasar karbon domestik maupun global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
CDC 2025 Perkuat Posisi...
CDC 2025 Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Karbon
APP Group Perkuat Restorasi...
APP Group Perkuat Restorasi Lanskap, Pembiayaan Karbon, dan Kolaborasi Global dalam Agenda COP30
Indonesia Mobilisasi...
Indonesia Mobilisasi Rp128,5 Triliun per Tahun dari Pasar Karbon
Indonesia Perkuat Integritas...
Indonesia Perkuat Integritas Pasar Karbon Nasional Melalui Kolaborasi Global
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Yamaha Gandeng 4 SYKT...
Yamaha Gandeng 4 SYKT Kembangkan Teknologi Penangkap Karbon
Indonesia Perjuangkan...
Indonesia Perjuangkan Aturan Pasar Karbon yang Adil dan Inklusif di COP30 Belem
Rekomendasi
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved