S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:03 WIB
loading...
A A A
Fithra mengatakan DSI tidak seharusnya dipandang hanya sebagai instrumen konsolidasi ekspor, melainkan sebagai mesin penggerak penerimaan negara yang dapat memperluas basis fiskal tanpa bergantung pada kenaikan tarif pajak maupun penambahan utang pemerintah. Dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efisien, DSI dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara bukan pajak, memperkuat cadangan devisa, serta menciptakan ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung pembangunan.

Dalam laporannya, S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5% per tahun dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,1% pada 2026 dan rata-rata 4,9% sepanjang 2026–2029. S&P juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,6% menjadi salah satu faktor pendukung, didorong oleh belanja pemerintah dan percepatan realisasi anggaran.

Baca Juga: Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI

Selain itu, S&P menilai komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3% PDB menjadi jangkar utama stabilitas ekonomi. Lembaga tersebut juga mencatat penerimaan negara tumbuh 19% dalam lima bulan pertama 2026 berkat perbaikan administrasi perpajakan, peningkatan penerimaan PPN, serta kenaikan royalti dan dividen sektor sumber daya alam.

Reformasi tata kelola sumber daya alam, penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, inflasi yang terkendali, serta sistem keuangan yang tetap sehat turut menjadi faktor yang memperkuat keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Rekomendasi
Mensesneg Benarkan Kuntadi...
Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus: Iya, Kalau Berdasarkan Suratnya
Keamanan Diperketat...
Keamanan Diperketat Jelang Duel Panas Inggris vs Argentina
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved