PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Said Iqbal menilai angka PHK di lapangan lebih tinggi dibandingkan data pemerintah. Berdasarkan pendataan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan diperkirakan mencapai sekitar 43 ribu orang dan masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan dari berbagai daerah.
Baca Juga: Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
KSPI mencatat sejumlah perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja sepanjang Mei 2026. Di Kabupaten Serang, PT Nikomas Gemilang dilaporkan melakukan PHK terhadap 279 pekerja, PT Parkland World Indonesia 2 sebanyak 223 pekerja, dan PT Sinhwa Bis sebanyak 176 pekerja. Sementara itu, sektor otomotif di Jawa Timur juga terdampak, dengan showroom dan bengkel Toyota Asri Motor memangkas sekitar 200 karyawan.
Pelemahan daya saing industri manufaktur dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 46,9 atau masih berada di zona kontraksi, lebih rendah dibandingkan level 50,0 pada Mei 2025.
Baca Juga: Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
KSPI mencatat sejumlah perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja sepanjang Mei 2026. Di Kabupaten Serang, PT Nikomas Gemilang dilaporkan melakukan PHK terhadap 279 pekerja, PT Parkland World Indonesia 2 sebanyak 223 pekerja, dan PT Sinhwa Bis sebanyak 176 pekerja. Sementara itu, sektor otomotif di Jawa Timur juga terdampak, dengan showroom dan bengkel Toyota Asri Motor memangkas sekitar 200 karyawan.
Pelemahan daya saing industri manufaktur dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 46,9 atau masih berada di zona kontraksi, lebih rendah dibandingkan level 50,0 pada Mei 2025.
(nng)
Lihat Juga :