BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:24 WIB
loading...
BI: Penyerapan Tenaga...
Bank Indonesia (BI) mencatat penyerapan tenaga kerja di dunia usaha melambat pada triwulan II 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyerapan tenaga kerja di dunia usaha melambat pada triwulan II 2026 seiring menurunnya aktivitas di sejumlah sektor ekonomi. Meski demikian, dunia usaha diperkirakan kembali meningkatkan perekrutan tenaga kerja pada triwulan III 2026, terutama didorong sektor pertanian dan jasa.

"Beberapa lapangan usaha yang tercatat meningkat bersumber dari lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,26%) dan Konstruksi (SBT 0,07%) sejalan dengan peningkatan aktivitas usahanya," tulis Bank Indonesia dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dikutip di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan survei tersebut, saldo bersih tertimbang (SBT) penyerapan tenaga kerja pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 0,14%, lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 0,28%. Perlambatan tersebut mencerminkan laju perekrutan tenaga kerja yang mulai melandai di kalangan pelaku usaha.

Baca Juga: Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Selain pertambangan dan konstruksi, peningkatan penyerapan tenaga kerja juga terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan SBT 0,27%, serta sektor jasa keuangan sebesar 0,29%. Kinerja tersebut didukung ekspansi usaha melalui penambahan kantor cabang maupun dealer dan showroom kendaraan.


Di sisi lain, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang kontraksi terbesar dalam penyerapan tenaga kerja dengan SBT minus 0,54%. Lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib juga mengalami kontraksi dengan SBT minus 0,14%.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mencatatkan pertumbuhan positif dengan SBT 0,23%. Bank Indonesia memperkirakan sektor ini akan menjadi motor peningkatan penyerapan tenaga kerja pada triwulan III 2026 seiring memasuki musim panen hortikultura dan perkebunan.

Baca Juga: Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Secara keseluruhan, dunia usaha diproyeksikan lebih optimistis pada triwulan III 2026 dengan SBT penyerapan tenaga kerja diperkirakan meningkat menjadi 0,95%. Selain sektor pertanian, peningkatan juga diperkirakan berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum dengan SBT 0,08%, serta sektor real estat sebesar 0,12%.

Meski demikian, BI memperkirakan sektor industri pengolahan masih berada dalam fase kontraksi pada triwulan III 2026. Kendati menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya, sektor tersebut diproyeksikan masih mencatatkan SBT minus 0,14%, sehingga pemulihan penyerapan tenaga kerja diperkirakan berlangsung secara bertahap.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Rekomendasi
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved