Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Minggu, 19 Juli 2026 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada 15 Juli, Badan Meteorologi Jepang bersama Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringatan heatstroke pertama untuk Tokyo pada musim panas tahun ini. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan serta memanfaatkan pendingin udara guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem.
Kampanye Cool Biz, yang pertama kali diperkenalkan secara nasional pada 2005, kini menjadi salah satu bentuk pelonggaran aturan berpakaian kerja paling signifikan di Jepang. Meski perusahaan yang berhadapan langsung dengan pelanggan masih mempertahankan busana formal, semakin banyak perusahaan memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk berpakaian lebih santai ketika tidak menghadiri pertemuan dengan klien.
Baca Juga: Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Perubahan tersebut juga mendorong industri ritel dan fesyen menghadirkan lini pakaian bisnis kasual. Peritel seperti Aeon serta produsen pakaian Fast Retailing dan Aoki mulai menawarkan busana kerja berbahan ringan, elastis, dan cepat kering untuk memenuhi kebutuhan pekerja yang mengutamakan kenyamanan tanpa mengurangi kesan profesional.
Kepala Tim Penanggulangan Perubahan Iklim Pemerintah Metropolitan Tokyo Noboru Watanabe mengatakan kebijakan tersebut lebih didorong oleh kebutuhan praktis dibandingkan simbolis. "Sejujurnya saya sudah terbiasa dan sulit kembali ke gaya lama. Namun, untuk acara formal saya tetap menyesuaikan pakaian dengan tugas dan situasinya," ujar Watanabe.
(nng)
Lihat Juga :