Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Senin, 20 Juli 2026 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan investasi saat ini semakin bergantung pada Penanaman Modal Asing (PMA) yang melonjak 27,5% yoy. Sebaliknya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) justru menyusut 7,8% yoy, menjadi kontraksi pertama sejak kuartal I-2021.
Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap prospek jangka panjang Indonesia, terutama di sektor hilirisasi dan industri berbasis sumber daya alam. Namun, pelaku usaha domestik masih memilih menahan ekspansi karena lemahnya permintaan dalam negeri, tingginya biaya pendanaan, serta ketidakpastian ekonomi.
Sebab itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara melanjutkan agenda hilirisasi dan mendorong investasi ke sektor-sektor yang lebih banyak menciptakan lapangan kerja, misalnya sektor manufaktur, industri makanan dan minuman, tekstil, elektronik, hingga ekonomi digital memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, penyederhanaan perizinan, kemudahan berusaha, dan kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas investasi yang masuk. Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap prospek jangka panjang Indonesia, terutama di sektor hilirisasi dan industri berbasis sumber daya alam. Namun, pelaku usaha domestik masih memilih menahan ekspansi karena lemahnya permintaan dalam negeri, tingginya biaya pendanaan, serta ketidakpastian ekonomi.
Sebab itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara melanjutkan agenda hilirisasi dan mendorong investasi ke sektor-sektor yang lebih banyak menciptakan lapangan kerja, misalnya sektor manufaktur, industri makanan dan minuman, tekstil, elektronik, hingga ekonomi digital memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, penyederhanaan perizinan, kemudahan berusaha, dan kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas investasi yang masuk. Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :