Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Selasa, 21 Juli 2026 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kepala South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University Puspo Edi Giriwono menilai diplomasi sawit masih menjadi kebutuhan strategis karena berbagai hambatan perdagangan terhadap komoditas tersebut terus bermunculan. Menurut dia, sejumlah standar keberlanjutan di beberapa negara kerap diberlakukan secara berbeda dibandingkan minyak nabati lainnya.
Baca Juga: Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Puspo mencontohkan persyaratan keberlanjutan dan bebas deforestasi yang diterapkan terhadap minyak sawit untuk memasuki pasar Eropa, sementara komoditas minyak nabati lain seperti kedelai tidak selalu memperoleh perlakuan serupa. Meski demikian, ia menegaskan diplomasi internasional harus diiringi pembenahan tata kelola industri sawit di dalam negeri agar daya saing produk Indonesia semakin kuat.
"Kita benahi proses dan produksi di dalam negeri kita supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas, meningkatkan daya saing, dan seterusnya," kata Puspo.
Baca Juga: Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Puspo mencontohkan persyaratan keberlanjutan dan bebas deforestasi yang diterapkan terhadap minyak sawit untuk memasuki pasar Eropa, sementara komoditas minyak nabati lain seperti kedelai tidak selalu memperoleh perlakuan serupa. Meski demikian, ia menegaskan diplomasi internasional harus diiringi pembenahan tata kelola industri sawit di dalam negeri agar daya saing produk Indonesia semakin kuat.
"Kita benahi proses dan produksi di dalam negeri kita supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas, meningkatkan daya saing, dan seterusnya," kata Puspo.
(nng)
Lihat Juga :