GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:48 WIB
loading...
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI menegaskan industri kelapa sawit nasional telah memiliki sistem K3 yang komprehensif. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan industri kelapa sawit nasional telah memiliki sistem keamanan dan keselamatan kerja (K3) yang komprehensif melalui penerapan berbagai regulasi serta standar keberlanjutan nasional maupun internasional. Penerapan K3 dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga perlindungan tenaga kerja sekaligus mendukung daya saing industri sawit Indonesia.

"Industri sawit merupakan salah satu sektor yang paling maju. Sistemnya sudah well-established atau sudah terbentuk dengan baik, khususnya bagi perusahaan anggota GAPKI yang wajib mengikuti aturan dan standar yang berlaku," kata Ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI Edi Suhardi dalam pernyataannya dikutip Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia

Edi menjelaskan penerapan sistem K3 di industri sawit telah diatur melalui berbagai instrumen, mulai dari regulasi pemerintah, standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), hingga standar internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Menurutnya, penerapan standar tersebut bukan kebijakan baru karena RSPO telah diterapkan sejak 2004 sehingga sistem keselamatan kerja di sektor sawit telah berkembang dan berjalan secara matang.

Ia mengatakan setiap perusahaan sawit diwajibkan memiliki tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang K3. Selain memenuhi ketentuan regulasi, penerapan keselamatan kerja juga telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Sebagai contoh, sebelum aktivitas pemanenan dimulai para pekerja secara rutin mengikuti safety briefing untuk mengingatkan kembali prosedur keselamatan kerja. Praktik serupa juga diterapkan di pabrik melalui pengarahan, pemeriksaan, dan pemantauan aspek keselamatan kerja setiap hari. "Jadi, kalau berbicara mengenai sistem keamanan dan keselamatan kerja, industri sawit sudah memiliki fondasi yang kuat," ujar Edi.


Ia menambahkan komitmen tersebut sejalan dengan upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang terus mendorong perusahaan sawit mematuhi seluruh ketentuan ketenagakerjaan. Kepatuhan terhadap regulasi, termasuk perlindungan pekerja dan penerapan K3, juga menjadi syarat penting untuk memperoleh sertifikasi keberlanjutan ISPO maupun RSPO.

Menurut Edi, industri sawit juga berada di bawah pengawasan pemerintah guna memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan yang setara. Selain pengawasan eksternal, perusahaan menerapkan mekanisme pengawasan internal, sementara bagi anggota GAPKI, serikat pekerja turut berperan sebagai bagian dari pengawasan bersama terhadap kepatuhan standar K3.

Baca Juga: Kolaborasi Antaranggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional

GAPKI, lanjut Edi, secara rutin memberikan pendampingan, sosialisasi, pelatihan, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) antaranggota agar praktik terbaik dalam penerapan keselamatan kerja dapat diterapkan secara lebih luas. Organisasi juga memiliki mekanisme penegakan kepatuhan sehingga pelanggaran berat dapat memengaruhi status keanggotaan perusahaan.

Edi menegaskan penguatan kualitas sumber daya manusia dan budaya keselamatan kerja menjadi fokus utama ke depan. Menurutnya, sistem dan regulasi yang telah tersedia perlu terus didukung melalui edukasi, pelatihan, pengawasan, serta peningkatan kesadaran pekerja agar standar keselamatan kerja di industri sawit tetap terjaga.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Rekomendasi
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved