Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Kamis, 23 Juli 2026 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu kapal berbendera Liberia, Rodos, yang memuat minyak mentah di Yanbu untuk dikirim ke pantai barat India, tercatat mengubah haluan ke arah barat menuju Terusan Suez. Sementara itu, kilang asal Korea Selatan, Hyundai Oilbank, dikabarkan mencari kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang dapat mengangkut minyak dari Yanbu dengan opsi melewati Terusan Suez dan memanfaatkan jaringan pipa SUMED di Mesir sebelum melanjutkan pelayaran ke Korea Selatan.
Baca Juga: Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Penggunaan jaringan pipa SUMED diperlukan karena kapal tanker VLCC yang bermuatan penuh tidak dapat melintasi Terusan Suez akibat keterbatasan kedalaman kanal. Sebagian muatan minyak dipindahkan melalui pipa SUMED yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania, kemudian dimuat kembali setelah kapal berhasil melewati Terusan Suez.
Menurut Matt Smith, gangguan dari Houthi terjadi pada saat yang sensitif bagi Arab Saudi. Pasalnya, volume ekspor minyak mentah dan produk minyak Arab Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb mencapai rekor lebih dari 4 juta barel per hari pada bulan lalu, sehingga setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi distribusi energi global dan meningkatkan biaya perdagangan minyak.
Baca Juga: Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Penggunaan jaringan pipa SUMED diperlukan karena kapal tanker VLCC yang bermuatan penuh tidak dapat melintasi Terusan Suez akibat keterbatasan kedalaman kanal. Sebagian muatan minyak dipindahkan melalui pipa SUMED yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania, kemudian dimuat kembali setelah kapal berhasil melewati Terusan Suez.
Menurut Matt Smith, gangguan dari Houthi terjadi pada saat yang sensitif bagi Arab Saudi. Pasalnya, volume ekspor minyak mentah dan produk minyak Arab Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb mencapai rekor lebih dari 4 juta barel per hari pada bulan lalu, sehingga setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi distribusi energi global dan meningkatkan biaya perdagangan minyak.
(nng)
Lihat Juga :