60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan

Jum'at, 24 Juli 2026 - 15:19 WIB
loading...
A A A


Menanggapi tekanan bertubi-tubi dari Gedung Putih, Lula da Silva menegaskan bahwa negaranya tetap terbuka untuk menjalin negosiasi dagang dengan AS. Namun, Lula memberikan sinyal tegas bahwa Brasil tidak akan membiarkan ekonominya tersandera oleh kebijakan proteksionisme Amerika Serikat.

Baca Juga: Breaking News! Trump Putuskan Indonesia Tetap Kena Tarif Impor 32%

Jika pintu perdagangan dengan AS tertutup, Brasil akan mengalihkan fokus ekspornya ke mitra global lainnya-termasuk memperkuat blok BRICS dan pasar Asia. "Kami selalu terbuka untuk berunding. Tetapi jika produk kami tidak bisa dijual di Amerika Serikat, kami akan mencari dan membuka pasar-pasar baru di tempat lain," tegas Presiden Lula.

Gelombang Perlawanan Global Mengintai

Penolakan keras dari Brasil -salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Latin Amerika- dan pendiri BRICS menjadi sinyal awal dari munculnya gelombang pembalasan (retaliation) dari 60 negara yang terdampak tarif Pasal 301 AS.

Dengan Uni Eropa yang sebelumnya juga menyatakan bahwa tuduhan kerja paksa AS "sama sekali tidak berdasar", dunia kini bersiap menghadapi era perang tarif balasan yang berisiko melumpuhkan arus rantai pasok global.

Apakah manuver Brasil dan gugatan ke WTO ini mampu menekan balik kebijakan proteksionisme ekstrem AS!
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.23: Pengorbanan Elio Demi Menyelamatkan Arumi Harus Dibayar Mahal
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
5 Negara yang Memilih...
5 Negara yang Memilih Jalur Negosiasi Tarif dengan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved