Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama

Jum'at, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB
loading...
Cegah Penyelundupan,...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta Jumat (24/7/2026). FOTO/Anggie Ariesta
A A A
JAKARTA - Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyiapkan skema pengawasan bersama terhadap arus barang ekspor dan impor guna menutup celah penyelundupan serta memperkuat biosekuriti di pintu masuk Indonesia. Langkah tersebut akan dilakukan melalui integrasi sistem dan koordinasi antarlembaga agar pengawasan lebih efektif tanpa menghambat kelancaran perdagangan.

"Masih ada celah dalam sistem pemeriksaan barang yang perlu segera ditutup melalui kerja sama lintas instansi agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku penyelundupan. Karantina tidak boleh menjadi hambatan perdagangan, tetapi harus tetap menjaga biosekuriti sambil mempercepat pelayanan ekspor dan impor," kata Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di lingkungan Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Ratusan Ton Bahan Pakan Mengandung Babi Dimusnahkan di Bogor

Karding mengatakan celah pengawasan masih muncul karena pemeriksaan barang dilakukan oleh beberapa instansi dengan sistem yang belum sepenuhnya terintegrasi. Sebab itu, Barantin mendorong integrasi data dan koordinasi yang lebih erat dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta instansi terkait agar pengawasan terhadap lalu lintas barang menjadi lebih efektif.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19 mengenai pengawasan bersama tidak dicabut, melainkan hanya ditunda pelaksanaannya karena saat itu kesiapan teknis Barantin belum memadai. Pemerintah kini akan merevisi aturan tersebut setelah memastikan kesiapan operasional telah terpenuhi.

Menurut Purbaya, skema pengawasan bersama nantinya memungkinkan petugas Barantin memantau secara langsung hasil pemindaian mesin X-ray milik Bea dan Cukai. Dengan demikian, komoditas yang memerlukan tindakan karantina, seperti produk pertanian, daging, maupun hewan, dapat dideteksi lebih dini sebelum keluar dari kawasan pabean.

"Sebenarnya tadi dia mau ikut monitor scanner kita biar mereka bisa lihat juga ada barang-barang yang secara karantina bagaimana. Barang pertanian dan lain-lain, daging segala macam masuk situ," ujar Purbaya.

Baca Juga: Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun

Ia menambahkan Kementerian Keuangan akan lebih dahulu meminta tim teknis memverifikasi kesiapan Barantin sebelum pengawasan terpadu diberlakukan kembali. Jika seluruh aspek operasional telah siap, skema tersebut akan segera dijalankan.

Integrasi pengawasan itu diharapkan mampu menutup celah biosekuriti yang selama ini muncul akibat belum terhubungnya sistem informasi Barantin dengan data mesin X-ray Bea dan Cukai, sekaligus memperkuat upaya pemberantasan penyelundupan barang impor ilegal serta menjaga keamanan hayati nasional melalui pengawasan yang lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Rekomendasi
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved