Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong

Jum'at, 24 Juli 2026 - 22:05 WIB
loading...
Panda Bond Indonesia...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis keraguan terhadap peringkat kredit instrumen surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond yang diterbitkan Pemerintah Indonesia. Instrumen tersebut memperoleh peringkat kredit tertinggi AAA (Stable) dari lembaga pemeringkat China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. serta mencatat kelebihan permintaan dari investor.

"Peringkatnya AAA kan, rata kanan. (Tapi) Ada yang bilang saya bohong," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo

Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Panda Bond senilai 7 miliar yuan atau sekitar Rp18,58 triliun atau setara USD1,033 miliar pada Kamis (23/7). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebut transaksi tersebut memanfaatkan momentum positif di pasar obligasi domestik China dan mendapat respons yang kuat dari investor.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan Panda Bond mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,4 kali, dengan nilai pemesanan tertinggi (peak orderbook) mencapai 17 miliar yuan.

"Pada 23 Juli 2026, Pemerintah telah menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond dalam mata uang Chinese Renminbi (CNY) sebesar 7,0 miliar CNY atau ekuivalen USD1,033 miliar," ujar Suminto.


Ia menjelaskan penerbitan dilakukan dalam dua seri. Seri tenor tiga tahun senilai 5,6 miliar yuan menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 1,90% dengan permintaan mencapai 12,38 miliar yuan atau bid-to-cover ratio 2,2 kali. Sementara seri tenor lima tahun senilai 1,4 miliar yuan menawarkan yield 2,19% dengan permintaan sebesar 4,62 miliar yuan atau bid-to-cover ratio 3,3 kali.

Baca Juga: Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita

Menurut Suminto, tingginya minat investor serta tingkat imbal hasil yang kompetitif mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah. Dana hasil penerbitan Panda Bond dijadwalkan diselesaikan pada 30 Juli 2026 dan akan digunakan untuk mendukung pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Bank of China Limited dalam hal ini bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner. Sementara China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited menjadi Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners. Adapun Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, serta The Export-Import Bank of China berperan sebagai Co-Managers.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved