Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:42 WIB
loading...
A A A

Keberatan serupa disampaikan UE. Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mempertanyakan alasan Washington mengaitkan kebijakan tarif dengan isu ketenagakerjaan. Menurut dia, standar perlindungan tenaga kerja di Eropa justru lebih tinggi dibandingkan AS, sehingga tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyatakan akan terus berdialog dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) guna mencari solusi atas kebijakan tersebut.

Jepang juga memprotes tarif impor 12,5% yang dikenakan terhadap produknya. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan Tokyo sebelumnya telah memperoleh jaminan dari pemerintahan Trump bahwa tarif baru tidak akan diberlakukan di luar kesepakatan tarif impor 10% yang telah dicapai kedua negara. Ia menilai kebijakan terbaru tersebut disesalkan karena Jepang telah menerapkan aturan perdagangan dan ketenagakerjaan sesuai standar internasional.

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%

Kementerian Perdagangan Korea Selatan menyebut kebijakan tersebut memang memberikan kepastian yang lebih besar terkait arah kebijakan dagang AS, namun menegaskan bea masuk gabungan terhadap produk Korea Selatan tidak boleh melebihi 15%. Sementara Thailand menyatakan tarif 12,5% hanya berlaku pada sebagian produk karena sekitar 2.120 komoditas ekspornya ke Amerika Serikat dikecualikan dari kebijakan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved