Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:42 WIB
loading...
A A A
China turut menolak kebijakan tarif baru tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan Beijing menentang segala bentuk tarif sepihak. "Perang tarif dan perang dagang tidak menguntungkan pihak mana pun," ujarnya.

Meski demikian, sejumlah eksportir China menilai dampaknya relatif terbatas karena tarif terbaru masih lebih rendah dibandingkan tarif hingga 34% yang pernah diberlakukan AS tahun lalu. Sejumlah perusahaan juga mulai mengalihkan fokus ekspor ke pasar Eropa untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar Amerika Serikat.

Sejumlah analis menilai kebijakan terbaru Trump berpotensi bertahan lebih lama karena disusun berdasarkan penyelidikan selama empat bulan sesuai ketentuan Section 301 Trade Act 1974, sehingga memiliki dasar hukum yang lebih kuat dibandingkan kebijakan sebelumnya. Namun, kebijakan tersebut tetap menghadapi tantangan hukum setelah Liberty Justice Center mengajukan gugatan ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS. Di sisi politik, anggota Kongres dari Partai Demokrat juga mengkritik tarif tersebut karena dinilai akan meningkatkan harga barang bagi konsumen dan dunia usaha di AS serta memperburuk biaya hidup masyarakat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved