PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
PGE menyatakan kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia, yang merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang, semakin memperkuat ekosistem pendanaan hijau perusahaan. Sebelumnya, PGE juga telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan dan kemitraan dengan sejumlah lembaga keuangan internasional.
Baca Juga: Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia, PGE terus menerapkan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk mendukung investasi jangka panjang. Perseroan menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target transisi energi.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), terdiri atas 727 MW yang dioperasikan langsung oleh perusahaan dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas tersebut mencakup sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia serta berkontribusi terhadap potensi pengurangan emisi karbon sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
Baca Juga: Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia, PGE terus menerapkan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk mendukung investasi jangka panjang. Perseroan menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target transisi energi.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), terdiri atas 727 MW yang dioperasikan langsung oleh perusahaan dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas tersebut mencakup sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia serta berkontribusi terhadap potensi pengurangan emisi karbon sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
(nng)
Lihat Juga :