Pasca Covid-19, Uni Eropa Dibidik Jadi Tujuan Ekspor Produk UKM
Selasa, 22 September 2020 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Anggaran Pilkada Ternyata Sudah Cair, Ada Kenaikan Rp15 Triliun
Berdasarkan data BPS 2019, ekspor Indonesia ke Uni Eropa senilai USD 14,6 miliar masih cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara APEC mencapai USD 122 miliar, ASEAN USD 41,4 miliar, dan NAFTA USD19,6 miliar. Adapun ekspor Indonesia ke Uni Eropa terbesar di Belanda dengan nilai USD 3,20 miliar, Jerman USD 2,4 miliar, Italia USD 1,74 miliar, Spanyol USD 1,59 miliar, Inggris USD 1,35 miliar, Perancis USD 1,01 miliar; dan Belgia USD 1,07 miliar.
Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI)/Wakil Kepala Perwakilan RI di Brussel, Belgia, Sulaiman Syarif mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan UKM di Indonesia sebelum melakukan ekspor ke Eropa. "UKM harus bisa menetapkan harga yang pasti, konsisten dan transparan," kata dia.
Selain itu, kata dia, UKM harus mampu menjaga konsistensi kualitas produk, kesinambungan volume dan produksi, serta representatif atau menyediakan kontak yang mudah untuk dihubungi. "UKM juga harus memperhatikan terkait preferensi konsumen di Uni Eropa untuk sustainability, fair trade, dan ethical trade," jelasnya.
Berdasarkan data BPS 2019, ekspor Indonesia ke Uni Eropa senilai USD 14,6 miliar masih cukup rendah jika dibandingkan dengan negara-negara APEC mencapai USD 122 miliar, ASEAN USD 41,4 miliar, dan NAFTA USD19,6 miliar. Adapun ekspor Indonesia ke Uni Eropa terbesar di Belanda dengan nilai USD 3,20 miliar, Jerman USD 2,4 miliar, Italia USD 1,74 miliar, Spanyol USD 1,59 miliar, Inggris USD 1,35 miliar, Perancis USD 1,01 miliar; dan Belgia USD 1,07 miliar.
Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI)/Wakil Kepala Perwakilan RI di Brussel, Belgia, Sulaiman Syarif mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan UKM di Indonesia sebelum melakukan ekspor ke Eropa. "UKM harus bisa menetapkan harga yang pasti, konsisten dan transparan," kata dia.
Selain itu, kata dia, UKM harus mampu menjaga konsistensi kualitas produk, kesinambungan volume dan produksi, serta representatif atau menyediakan kontak yang mudah untuk dihubungi. "UKM juga harus memperhatikan terkait preferensi konsumen di Uni Eropa untuk sustainability, fair trade, dan ethical trade," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :