Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant

Senin, 27 Juli 2026 - 19:17 WIB
loading...
Rights Issue, cashUP...
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) telah selesai menjalankan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) senilai sekitar Rp237,2 miliar dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) telah selesai menjalankan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) senilai sekitar Rp237,2 miliar dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berakhir pada tanggal 20 Juli 2026.

Manajemen menyatakan aksi korporasi ini merupakan bagian dari rangkaian komitmen Perseroan yang mencakup identitas perusahaan, struktur keuangan, dan pengembangan bisnis. Dari sisi struktur keuangan, sekitar 45,44% dana hasil rights issue dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok dan bunga utang Perseroan kepada PT Bara Alam Utama.

Sisa dana diarahkan untuk modal kerja operasional dan belanja modal, termasuk pengembangan produk seperti cashSoftPOS dan perluasan basis merchant. Bersamaan dengan penguatan modal tersebut, Perseroan juga tengah memperluas kolaborasi dengan institusi keuangan, mitra teknologi dan mitra penyedia pengadaan untuk membuka akses pembiayaan usaha bagi merchant, sebagian besar di antaranya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital

Perseroan menilai kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penetrasi layanan pembayaran digital, khususnya di segmen UMKM. Rangkaian ini merupakan upaya Perseroan untuk membangun kembali pondasi agar sejalan dengan posisinya sebagai penyedia ekosistem pembayaran.



“Right issue ini kami posisikan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat mendukung arah bisnis di masa depan. Penguatan modal ini turut membuka peluang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas kolaborasi dengan mitra strategis, guna membangun ekosistem pembayaran yang lebih komprehensif,” ujar manajemen cashUP.

Bertepatan dengan Pertumbuhan Industri QRIS

Perubahan yang sedang dilakukan Perseroan juga tak lepas dari momentum industri yang sedang menanjak. Bank Indonesia menargetkan 60 juta penduduk Indonesia menjadi pengguna aktif QRIS pada 2026.

Baca Juga: Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India

Target ini juga sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional cashUP, dimana volume transaksi Perseroan melonjak dari 1,5 juta pada 2024 menjadi 2,1 juta pada 2025 (tumbuh 41,6% YoY). Sementara, nilai transaksi juga naik dari Rp0,9 triliun menjadi 1,6 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 77,8% (YoY).

Tren QRIS Tap dan pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang mulai merambah transportasi publik, area parkir, hingga ritel turut membuka ruang baru bagi produk seperti cashSoftPOS, solusi tap-to-phone yang dikembangkan cashUP.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD sudah berlangsung hingga 20 Juli 2026, dengan harga pelaksanaan Rp238 per saham pada rasio 168:117. Berdasarkan hasil pelaksanaan, sebanyak 246.819.118 saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain diserap oleh dua pemegang saham utama Perseroan, Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, selaku pembeli siaga, dengan nilai realisasi sekitar Rp58,74 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
Visa Soroti Peran AI...
Visa Soroti Peran AI dalam Transformasi Industri Pembayaran Digital
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Kemudahan Digital Jadi...
Kemudahan Digital Jadi Bagian dari Gaya Hidup Modern
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
50 Perempuan Tegal Dapat...
50 Perempuan Tegal Dapat Bantuan Modal Usaha dari Sandiaga Uno
Rekomendasi
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
Momen Kedatangan Timnas...
Momen Kedatangan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari Jelang Lawan Kamboja
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Kick-off Malam Ini!
Berita Terkini
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved