BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Selasa, 28 Juli 2026 - 12:24 WIB
loading...
PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) menandai 30 tahun kiprahnya dengan menegaskan komitmen memperkuat infrastruktur telekomunikasi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) menandai 30 tahun kiprahnya dengan menegaskan komitmen memperkuat infrastruktur telekomunikasi guna mendukung transformasi digital dan meningkatkan daya saing investasi di Batam. Perusahaan juga menilai kolaborasi dengan pelanggan, mitra, dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan.
"Perayaan 30 tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi bersama pelanggan, mitra, dan seluruh stakeholder yang telah tumbuh bersama BBT dalam membangun ekosistem digital di Batam," ujar Presiden Direktur BBT, Pratama Habibie dalam keterangan pers, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
Perayaan bertajuk "30 Tahun Menghubungkan Batam: Sinergi Infrastruktur dan Transformasi Digital" tersebut dihadiri pelanggan, mitra strategis, serta media lokal dan nasional. BBT yang berdiri pada 1996 mengawali usahanya dengan menyediakan layanan kabel telepon analog bagi kawasan industri Batamindo, sebelum berkembang menjadi salah satu penyedia infrastruktur konektivitas bagi sektor industri di Batam.
Selama tiga dekade beroperasi, BBT terus memperluas jaringan fiber optik yang kini menjangkau lebih dari 80.000 home pass dan melayani sekitar 8.000 rumah di Batam dan Bintan. Perusahaan juga telah melayani lebih dari 100 pelanggan korporasi dari berbagai sektor manufaktur dan industri. Sejak 2017, BBT memperluas jangkauan bisnis secara nasional melalui merek Ofon yang hadir di Jabodetabek, Kepulauan Riau, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Palembang.
Salah satu tonggak penting perusahaan terjadi pada 2023 saat BBT berkolaborasi dengan operator telekomunikasi seluler menghadirkan jaringan Private 5G pertama di Asia Tenggara untuk mendukung smart manufacturing di kawasan Industri Batamindo. Melalui penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik berstandar 5G, kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat digitalisasi sektor industri.
Chief Marketing Officer BBT Hery Kurniawan mengatakan perusahaan ingin mempererat hubungan dengan mitra melalui pemahaman yang lebih baik mengenai peran infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung operasional industri.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat kepada para mitra dengan memperlihatkan bagaimana infrastruktur telekomunikasi bekerja di balik operasional berbagai sektor industri. Kolaborasi yang dibangun melalui pemahaman bersama akan menjadi fondasi penting bagi transformasi digital ke depan," ujarnya.
Sementara, General Manager Kepulauan Riau BBT Hengki Firman menilai kolaborasi lintas pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi digital. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi.
Baca Juga: Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
BBT menilai keberadaan infrastruktur digital yang andal, mulai dari jaringan fiber optik hingga kesiapan konektivitas 5G, menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor asing dan perusahaan multinasional dalam memilih Batam sebagai lokasi ekspansi usaha.
Berada di kawasan Segitiga Pertumbuhan SIJORI (Singapura–Johor–Riau), Batam dinilai memiliki posisi strategis untuk mengembangkan industri digital, sementara BBT berupaya memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur yang menopang pertumbuhan investasi dan ekonomi digital di kawasan.
"Perayaan 30 tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi bersama pelanggan, mitra, dan seluruh stakeholder yang telah tumbuh bersama BBT dalam membangun ekosistem digital di Batam," ujar Presiden Direktur BBT, Pratama Habibie dalam keterangan pers, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
Perayaan bertajuk "30 Tahun Menghubungkan Batam: Sinergi Infrastruktur dan Transformasi Digital" tersebut dihadiri pelanggan, mitra strategis, serta media lokal dan nasional. BBT yang berdiri pada 1996 mengawali usahanya dengan menyediakan layanan kabel telepon analog bagi kawasan industri Batamindo, sebelum berkembang menjadi salah satu penyedia infrastruktur konektivitas bagi sektor industri di Batam.
Selama tiga dekade beroperasi, BBT terus memperluas jaringan fiber optik yang kini menjangkau lebih dari 80.000 home pass dan melayani sekitar 8.000 rumah di Batam dan Bintan. Perusahaan juga telah melayani lebih dari 100 pelanggan korporasi dari berbagai sektor manufaktur dan industri. Sejak 2017, BBT memperluas jangkauan bisnis secara nasional melalui merek Ofon yang hadir di Jabodetabek, Kepulauan Riau, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Palembang.
Salah satu tonggak penting perusahaan terjadi pada 2023 saat BBT berkolaborasi dengan operator telekomunikasi seluler menghadirkan jaringan Private 5G pertama di Asia Tenggara untuk mendukung smart manufacturing di kawasan Industri Batamindo. Melalui penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik berstandar 5G, kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat digitalisasi sektor industri.
Chief Marketing Officer BBT Hery Kurniawan mengatakan perusahaan ingin mempererat hubungan dengan mitra melalui pemahaman yang lebih baik mengenai peran infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung operasional industri.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat kepada para mitra dengan memperlihatkan bagaimana infrastruktur telekomunikasi bekerja di balik operasional berbagai sektor industri. Kolaborasi yang dibangun melalui pemahaman bersama akan menjadi fondasi penting bagi transformasi digital ke depan," ujarnya.
Sementara, General Manager Kepulauan Riau BBT Hengki Firman menilai kolaborasi lintas pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi digital. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi.
Baca Juga: Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
BBT menilai keberadaan infrastruktur digital yang andal, mulai dari jaringan fiber optik hingga kesiapan konektivitas 5G, menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor asing dan perusahaan multinasional dalam memilih Batam sebagai lokasi ekspansi usaha.
Berada di kawasan Segitiga Pertumbuhan SIJORI (Singapura–Johor–Riau), Batam dinilai memiliki posisi strategis untuk mengembangkan industri digital, sementara BBT berupaya memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur yang menopang pertumbuhan investasi dan ekonomi digital di kawasan.
(nng)
Lihat Juga :