Di Sidang PBB, Presiden China Ungkap Munculnya Virus Corona Akibat Kutukan

Rabu, 23 September 2020 - 14:53 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Berpidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Soroti Masalah Kedaulatan Wilayah

Belum lagi, AS dan China tahun ini telah dilanda cuaca ekstrem seperti yang diprediksi oleh para ilmuwan perubahan iklim. Di China, hujan musim panas terparah telag menyebabkan banjir yang paling dalam tiga dekade. Sementara AS menghadapi badai mengerikan dan kebakaran hutan di negara bagian barat.

Menurutnya komitmen tersebut akan menjadi tantangan besar bagi China karena pemenuhan energi listrik sangat tergantung pada batu bara. Berdasarkan riset global, China melepaskan setara dengan 10 miliar ton CO2 ke atmosfer pada 2018 lalu. "Itu hampir dua kali lipat AS dan tiga kali lipat Uni Eropa," kata dia.

Beberapa penghasil emisi besar lainnya pun telah menetapkan tenggat waktu lebih awal. Seperti UE bertujuan untuk netralkan karbon pada 2050. Apabila target Xi terlaksana, menurut Profesor Manajemen Institut Teknologi Massachusetts John Sterman akan mencegah 0,2 hingga 0,4 derajat pemanasan lebih lanjut bagi dunia.

Namun demikian baik Australia maupun AS tidak menetapkan tujuan serupa. Bahkan Presiden AS Donald Trump sempat mengungkapkan perubahan iklim hanya tipuan yang dibuatoleh China yang pada akhirnya AS diri dari Perjanjian Paris. Berdasarkan laporan Koalisi Netralitas Karbon Dunia negara-negara pencemar terbesar yang tidak ada dalam daftar adalah AS, India, Rusia, Iran, Arab Saudi, Indonesia, Afrika Selatan, Turki, Brasil, dan Australia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
AS Sanksi Terminal Minyak...
AS Sanksi Terminal Minyak China Jelang KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Kecam Intimidasi Washington
China Butuh LNG via...
China Butuh LNG via Selat Hormuz, Xi Jinping Turun Tangan Telpon Putra Mahkota Saudi
Xi Jinping: Tatanan...
Xi Jinping: Tatanan Dunia Runtuh, Ancam Stabilitas Global
Tenggelamkan Dolar AS,...
Tenggelamkan Dolar AS, Xi Jinping: Yuan China Harus Jadi Mata Uang Cadangan Global
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Rekomendasi
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved