Mentan Akan Ubah 400 Ribu Hektare Lahan Gambut Jadi Area Pertanian

Selasa, 05 Mei 2020 - 13:07 WIB
loading...
Mentan Akan Ubah 400...
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan menyulap lahan gambut seluas 400 ribu hektar menjadi lahan produksi pertanian, seperti beras dan bahan pangan lainnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengoptimalkan produksi pertanian melalui lahan gambut untuk mengatasi perkiraan defisit pangan dan musim kemarau. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan menyulap lahan gambut seluas 400 ribu hektar menjadi lahan produksi pertanian, seperti beras dan bahan pangan lainnya.

“Namun kita akan menyiapkan 400 ribu hektar rawa gambut yang dipersiapkan karena kita ingin antisipasi untuk mengantisipasi musim kemarau," ujar Mentan Syahrul di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, pihaknya akan mengajukan anggaran untuk pemanfaatan lahan gambut tersebut kepada Kemenkeu. Sebab, upaya optimalisasi lahan ini telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Ditambah ada juga persiapan 400 ribu ha lahan gambut, Syahrul juga merencanakan adanya lahan tambahan seluas 600 ribu lagi untuk cadangan pertanian.

“Esok hari ada rakor mengenai persiapan Kementan dalam mengantisipasi kekeringan yang ada, salah satu usulan 600.000 hektar tambahan, ini harus ada percepatan agar dapat menanggulangi permasalahan ini,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Ekonom UI: Program MBG...
Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Rekomendasi
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved