Jaga Paru-Paru Dunia, Zurich Reboisasi Hutan Atlantik di Brasil
Kamis, 24 September 2020 - 22:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia dukungan tersebut bukan tentang berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi tentang kualitas dan kemampuannya untuk menunjang kehidupan lainnya. Melalui program tersebut Zurich berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim yang kerap terabaikan yaitu keanekaragaman hayati.
"Reboisasi yang sukses membutuhkan perencanaan, pengelolaan dan keterlibatan. Selama delapan tahun ke depan. Kamui ingin menginspirasi karyawan, pelanggan, dan masyarakat untuk lebih mengenal pentingnya keanekaragaman hayati," ungkapnya.
Zurich pun menyadari pentingnya mengatasi perubahan iklim yang disebabkan oleh hilangnya keanekaragaman hayati; keduanya saling berhubungan karena jumlah spesies hewan dan tumbuhan kini punah lebih cepat dari sebelumnya.
Menurut the 2020 United Nations’ (UN) Global Biodiversity Outlook 5, keanekaragaman spesies dalam ekosistem merupakan kunci untuk mengatasi perubahan iklim, ketahanan pangan jangka panjang, serta mencegah terjadinya pandemi di masa depan. Nyatanya, tak satu pun dari 20 target untuk melestarikan keragaman yang ditetapkan oleh PBB untuk periode 2010 hingga 2020 tercapai.
Pandemi Covid-19 bahkan membuat hal ini semakin genting; jika ekosistem terus memburuk, pembatas alami antara manusia dan faktor penyakit, misalnya kelelawar, mulai rusak. Inisiatif Hutan Atlantik melengkapi kerja sama jangka panjang Zurich dengan proyek konservasi rimba raya di Indonesia yang dikelola oleh Infinite Earth, dan memperkuat keterlibatan Zurich dalam konservasi ekologi di beberapa area deforestasi terparah secara global.
"Reboisasi yang sukses membutuhkan perencanaan, pengelolaan dan keterlibatan. Selama delapan tahun ke depan. Kamui ingin menginspirasi karyawan, pelanggan, dan masyarakat untuk lebih mengenal pentingnya keanekaragaman hayati," ungkapnya.
Zurich pun menyadari pentingnya mengatasi perubahan iklim yang disebabkan oleh hilangnya keanekaragaman hayati; keduanya saling berhubungan karena jumlah spesies hewan dan tumbuhan kini punah lebih cepat dari sebelumnya.
Menurut the 2020 United Nations’ (UN) Global Biodiversity Outlook 5, keanekaragaman spesies dalam ekosistem merupakan kunci untuk mengatasi perubahan iklim, ketahanan pangan jangka panjang, serta mencegah terjadinya pandemi di masa depan. Nyatanya, tak satu pun dari 20 target untuk melestarikan keragaman yang ditetapkan oleh PBB untuk periode 2010 hingga 2020 tercapai.
Pandemi Covid-19 bahkan membuat hal ini semakin genting; jika ekosistem terus memburuk, pembatas alami antara manusia dan faktor penyakit, misalnya kelelawar, mulai rusak. Inisiatif Hutan Atlantik melengkapi kerja sama jangka panjang Zurich dengan proyek konservasi rimba raya di Indonesia yang dikelola oleh Infinite Earth, dan memperkuat keterlibatan Zurich dalam konservasi ekologi di beberapa area deforestasi terparah secara global.
Lihat Juga :