Mata Uang Garuda Diramal Bertenaga Seiring Penguatan Bursa Saham Asia

loading...
Mata Uang Garuda Diramal Bertenaga Seiring Penguatan Bursa Saham Asia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diperkirakan akan mendapatkan sentimen positif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diperkirakan akan mendapatkan sentimen positif seiring meredupnya penguatan mata uang Negeri Paman Sam.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen penguatan dolar AS terlihat berkurang pagi ini setelah pasar mulai kembali masuk ke bursa saham AS yang mendorong kenaikan indeks saham AS semalam. "Pagi ini indeks saham Asia juga terlihat bergerak menguat mengikuti sentimen tersebut," kata Ariston di Jakarta, Jumat (25/9/2020). (Baca juga: Pergerakan IHSG Masih Tersandera Corona, Bursa Asia Kompak Melemah)

Kata dia, penguatan indeks tersebut akan membantu penguatan nilai tukar regional termasuk rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, berita terbaru menyebutkan Partai Demokrat AS bersiap mengajukan proposal stimulus sebesar USD2,4 triliun untuk dinegosiasikan dengan rivalnya. (Baca juga: Pertengkaran di PBB Berlanjut, China Sebut AS Biang Kerok Dunia)

Apalagi, paket stimulus fiskal kedua AS ini sangat ditunggu pasar dan menjadi berita positif karena banyak ekonom mengatakan pemulihan ekonomi AS akan terganggu bila tidak ada stimulus lagi karena kondisi pandemi masih berlangsung. "Rupiah hari ini berpotensi di kisaran 14.750-14.900 per dolar AS," jelasnya.

(ind)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top