Bantu Pendidikan Indonesia, Dexin Steel Indonesia Beri Bantuan Rp500 Juta
Kamis, 24 September 2020 - 23:49 WIB
loading...
A
A
A
“Saya kira langkah yang dilakukan Dexin Steel Indonesia ini merupakan contoh yang baik khususnya bagi para investor di Indonesia. Bukan hanya untuk berinvestasi pada hard structure development, tapi juga fokus pada soft structure development nya seperti hubungan pada masyarakat. Diharapkan bantuan pendidikan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan kapasitas SDM di Indonesia,” sambut Jona.
Kawasan Industri Morowali merupakan kawasan yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan ini tengah dijadikan pusat kegiatan industri feronikel terintegrasi, baja nirkarat, dan produk hilirnya.
(Baca Juga: Tak Ada Kata Senja di Industri Baja )
Sebelumnya diketahui, keberadaan kawasan industri ini berperan penting dalam pengembangan industri baja nasional. Dexin Steel Indonesia merupakan joint venture antara produsen baja asal China Delong Holdings, melalui anak usahanya Delong Steel Singapore Projects, bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park dan Shanghai Decent Investment Group.
Kawasan Industri Morowali telah menyerap investasi sekitar USD6 miliar yang berasal dari Tsingshan dan Bintang Delapan Group serta pembangunan pabrik baja karbon Dexin Steel Indonesia yang menelan investasi sekitar USD1,1 miliar.
Kawasan Industri Morowali merupakan kawasan yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan ini tengah dijadikan pusat kegiatan industri feronikel terintegrasi, baja nirkarat, dan produk hilirnya.
(Baca Juga: Tak Ada Kata Senja di Industri Baja )
Sebelumnya diketahui, keberadaan kawasan industri ini berperan penting dalam pengembangan industri baja nasional. Dexin Steel Indonesia merupakan joint venture antara produsen baja asal China Delong Holdings, melalui anak usahanya Delong Steel Singapore Projects, bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park dan Shanghai Decent Investment Group.
Kawasan Industri Morowali telah menyerap investasi sekitar USD6 miliar yang berasal dari Tsingshan dan Bintang Delapan Group serta pembangunan pabrik baja karbon Dexin Steel Indonesia yang menelan investasi sekitar USD1,1 miliar.
(akr)
Lihat Juga :