Pekerja Seni Dapat BLT? Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

loading...
Pekerja Seni Dapat BLT? Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani
Aktor Teater Ragil Surabaya, Meimura, mengenakan kostum Ludruk dan APD ketika aksi pentas Ludruk Monolog di Pasar Tradisional Manyar, Surabaya, Rabu (5/8/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Para pelaku industri kreatif atau seni sempat digadang-gadang akan memperoleh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Bantuan itu diberikan seiring dengan sejumlah pelaku seni di daerah yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam skema bantuan sosial, pemerintah memasukan pelaku seni sebagai penerima bansos. Bantuan itu akan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dalam melakukan percepatan realisasi dari program tersebut, pihak Kementerian Keuangan telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta pemerintah daerah (pemda) untuk mengidentifikasi pelaku seni yang terdampak Covid-19. (Baca: Wishnutama Siapkan Rp3,8 T untuk Bantu Sektor Parekraf, Ini Rinciannya)

"Waktu itu ada anggota DPR mengatakan banyak pekerja seni di daerah yang kehilangan kesempatan kerja atau order, maka kita akan list mereka. Waktu itu kita meminta melalui pemerintah daerah dimasukkan dalam penerima bantuan sosial pemerintah, itu satu yang sifatnya adalah bantuan langsung. Kita lakukan baik di Kementerian Sosial maupun kita bekerjasama dengan pemerintah daerah," ujar Sri Mulyani, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).



Pernyataan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu merupakan respon atas pertanyaan yang disampaikan salah satu pelaku Industri kreatif Ibukota, Indra Bekti, perihal bansos untuk pelaku seni. "Ibu, apakah artis akan menerima bantuan sosial," ujar Indra dalam sebuah tayangan di salah satu TV Swasta.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menjelaskan bahwa, pemerintah akan membantu setiap golongan masyarakat yang terdampak secara langsung dari krisis kesehatan dan ekonomi. Pemerintah, kata dia, memiliki Instrumen yang bisa digunakan untuk membantu pelaku industri kreatif. (Baca juga:Patung-patung Termahal di Dunia, Harganya Bisa untuk Hidup 7 Turunan)

Instrumen itu baik berupa bantuan sosial ataupun mendorong para seniman untuk menjual produk kreatif mereka kepada pemerintah baik nantinya melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau kementerian dan lembaga lainnya (K/L).



"Jadi instrumen itu bisa dalam bentuk bansos, atau misalnya kita bisa buat dalam bentuk kampanye untuk mengedukasikan secara besar-besaran kepada masyarakat. Makanya kita minta mereka buat produk kreatif untuk bisa kita pakai entah itu melalui BNPB atau tempatnya Pak Erick atau bahkan K/L yang lain," kata dia.

Dia juga kembali menegaskan bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini hanya untuk kepentingan masyarakat luas. "Negara itu baik loh, katanya mau membangun kepercayaan. Jadi kita minta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pak Wishnutama untuk membuat apa yang bisa kita bantu di dalam segmen yang bisa kita membantu melalui instrumen yang kita miliki," ujarnya.
(ind)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top