Rekind Minta Keekonomian Proyek Cisem Disesuaikan
Minggu, 27 September 2020 - 16:30 WIB
loading...
PT Rekayasa Industri (Rekind) angkat bicara mengenai keterkaitannya dalam investasi Proyek Pipa Transmisi Gas Ruas Cirebon – Semarang (Cisem). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Rekayasa Industri (Rekind) angkat bicara mengenai keterkaitannya dalam investasi Proyek Pipa Transmisi Gas Ruas Cirebon – Semarang (Cisem). Satu-satunya perusahaan Engineering, Procurement, Construction and Comissioning (EPCC) milik negara tersebut menepis jika dituding tidak profesional dan konsisten dalam peyelenggaraan proyek ini.
(Baca Juga: BPH Migas Tegaskan Pembangunan Cisem Segera Terwujud )
Rekind ditekankan selalu menjunjung tinggi komitmen, profesionalisme, inovasi dan prinsip kehati-hatian. Sikap Rekind yang belum maksimal dalam pembangunan Proyek Cisem semata-mata berpegang pada kelayakan bisnis yang harus diperhitungkan ke depan.
Rekind menilai toll fee yang ditetapkan tahun 2006 sudah tidak dapat digunakan sebagai dasar keekonomian saat ini dalam menunjang eksistensinya ke depan. Di samping masih mewabahnya pandemi Covid-19, belum adanya permintaan dari sektor industri terkait keberadaan Cisem juga menjadi pertimbangan besar bagi Rekind.
Situasi ini pun mempersulit langkahnya jika harus bekerjasama dengan investor atau mitra strategis untuk menjalankan Proyek Cisem. "Alokasi dana yang harus disiapkan perusahaan dan toll fee antara tahun 2006 hingga 2020 (14 tahun) untuk Proyek Cisem sudah tidak sesuai dengan nilai keekonomian saat ini," ungkap SVP Corporate Secretary & Legal Rekind, Edy Sutrisman melalui siaran persnya.
(Baca Juga: BPH Migas Tegaskan Pembangunan Cisem Segera Terwujud )
Rekind ditekankan selalu menjunjung tinggi komitmen, profesionalisme, inovasi dan prinsip kehati-hatian. Sikap Rekind yang belum maksimal dalam pembangunan Proyek Cisem semata-mata berpegang pada kelayakan bisnis yang harus diperhitungkan ke depan.
Rekind menilai toll fee yang ditetapkan tahun 2006 sudah tidak dapat digunakan sebagai dasar keekonomian saat ini dalam menunjang eksistensinya ke depan. Di samping masih mewabahnya pandemi Covid-19, belum adanya permintaan dari sektor industri terkait keberadaan Cisem juga menjadi pertimbangan besar bagi Rekind.
Situasi ini pun mempersulit langkahnya jika harus bekerjasama dengan investor atau mitra strategis untuk menjalankan Proyek Cisem. "Alokasi dana yang harus disiapkan perusahaan dan toll fee antara tahun 2006 hingga 2020 (14 tahun) untuk Proyek Cisem sudah tidak sesuai dengan nilai keekonomian saat ini," ungkap SVP Corporate Secretary & Legal Rekind, Edy Sutrisman melalui siaran persnya.
Lihat Juga :