Hikayat Erick Thohir: Dari Tak Direstui Sang Ibu hingga 'Dimusuhi' Rekan Bisnis
Senin, 28 September 2020 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Erick juga mengaku sempat mengagendakan kumpul-kumpul bersama keluarga. Mereka kerap makan bersama di setiap hari Minggu. Sayangnya, agenda itu sempat ditunda lagi karena Covid-19.
"Saudara alhamdulillah oke, teman yang berat. Kebetulan saya keluarga kecil, hanya Boy (adik laki-laki), kakak saya Rika, jadi oke-lah. Alhamdulillah ibu dan bapak saya selalu mengajarkan ke kita bahwa uang bukan segalanya, tapi nama baik itu penting, kepercayaan orang penting. Alhamdulillah keluarga kita rukun, tiap hari Minggu masih makan, kecuali Covid, karena ibu saya umur 80 jadi kasihan," kata dia.
Dia juga sempat mengaku bahwa ada sejumlah rekan bisnisnya yang kecewa terhadap kebijakan yang dia terapkan di BUMN. Kebijakan itu ihwal tender atau pengadaan proyek di perseroan pelat merah. Akibatnya, hubungan dia dengan sejumlah rekan pengusaha tidak berjalan mulus, meski saat ini Erick masih membuka diri untuk berkomunikasi.
"Kalau boleh jujur, ada teman-teman saya yang kecewa sama saya hari ini. Karena saya jelaskan kepada mereka policy yang saya lakukan ini tidak bisa berdasarkan kepentingan individu, tapi kebijakan yang lebih baik dan besar manfaatnya," ujar Erick.
Erick memang menetapkan sejumlah syarat bagi perusahaan swasta yang ikut melakukan pengadaan proyek yang digagas BUMN. Salah satunya adalah ketersediaan fasilitas yang mumpuni. Karena itu, dia menegaskan tidak ada istilah saling tunjuk dalam tender proyek. Bila perusahaan swasta yang ingin terlibat harus mengikuti proses yang sudah ditetapkan. ( Baca juga:Mantan Pacar Tembaki Resepsi Pernikahan, 4 Tewas Termasuk Pasangan Pengantin )
"Saudara alhamdulillah oke, teman yang berat. Kebetulan saya keluarga kecil, hanya Boy (adik laki-laki), kakak saya Rika, jadi oke-lah. Alhamdulillah ibu dan bapak saya selalu mengajarkan ke kita bahwa uang bukan segalanya, tapi nama baik itu penting, kepercayaan orang penting. Alhamdulillah keluarga kita rukun, tiap hari Minggu masih makan, kecuali Covid, karena ibu saya umur 80 jadi kasihan," kata dia.
Dia juga sempat mengaku bahwa ada sejumlah rekan bisnisnya yang kecewa terhadap kebijakan yang dia terapkan di BUMN. Kebijakan itu ihwal tender atau pengadaan proyek di perseroan pelat merah. Akibatnya, hubungan dia dengan sejumlah rekan pengusaha tidak berjalan mulus, meski saat ini Erick masih membuka diri untuk berkomunikasi.
"Kalau boleh jujur, ada teman-teman saya yang kecewa sama saya hari ini. Karena saya jelaskan kepada mereka policy yang saya lakukan ini tidak bisa berdasarkan kepentingan individu, tapi kebijakan yang lebih baik dan besar manfaatnya," ujar Erick.
Erick memang menetapkan sejumlah syarat bagi perusahaan swasta yang ikut melakukan pengadaan proyek yang digagas BUMN. Salah satunya adalah ketersediaan fasilitas yang mumpuni. Karena itu, dia menegaskan tidak ada istilah saling tunjuk dalam tender proyek. Bila perusahaan swasta yang ingin terlibat harus mengikuti proses yang sudah ditetapkan. ( Baca juga:Mantan Pacar Tembaki Resepsi Pernikahan, 4 Tewas Termasuk Pasangan Pengantin )
Lihat Juga :