Gedung Dipugar Bikin Sarinah Rugi Miliaran, Dirut: Tahun Depan Untung Lagi
Senin, 28 September 2020 - 18:55 WIB
loading...
Gedung Sarinah sebelum dipugar. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - PT Sarinah (Persero) mencatatkan kinerja negatif sepanjang 2020. Selain dampak pandemi Covid-19 di sektor ritel, renovasi gedung Sarinah menjadi faktor lain meruginya perseroan plat merah tersebut.
Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengutarakan, proses pemugaran atau renovasi gedung membuat seluruh pelaku bisnis ritel di Sarinah harus menutup seluruh toko selama satu tahun ke depan hingga Agustus 2021.
Hal tersebut mempengaruhi cash flow perusahaan, dimana pusat perbelanjaan yang dibangun pada era presiden Soekarno itu diperkirakan merugi sebesar Rp29,9 miliar.
"Kalau kita bicara soal keuangan Sarinah, bagaimana dampak Covid-19 yang berdampak pada ritel secara umumnya, ritel sudah terkena dampak 70% bahkan ada yang terdampak hingga 100%. Sarinah pun tidak terkecuali, artinya dampaknya dobel dari Covid-19 itu sendiri dan pemugaran, artinya tokonya tutup hampir 1 tahun, hingga 2020 diprediksi (keuangan) akan loss," ujar Fetty dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (28/9/2020). (Baca juga: Pilu, PSBB Bikin Omzet Pengusaha Ritel Anjlok Rp200 Triliun )
Meski begitu, manajemen akan melakukan upaya recovery atau pemulihan kembali setelah gedung sudah selesai dibangun pada Agustus tahun depan. Salah satu upaya adalah menarik kembali sejumlah pelaku usaha ritel lokal.
Fetty yakin pihaknya akan mampu meraup laba bersih hingga di angka Rp3,7 miliar pada tahun depan. Meskipun target laba bersih itu jauh dari proyeksi perseroan sebelum pandemi Covid-19.
"Kami upayakan pada 2021 akan meningkat revenue-nya seiring dengan buka kembali toko di 2021 sehingga profit positif, meski masih relatif kecil jumlahnya," ungkapnya.
Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengutarakan, proses pemugaran atau renovasi gedung membuat seluruh pelaku bisnis ritel di Sarinah harus menutup seluruh toko selama satu tahun ke depan hingga Agustus 2021.
Hal tersebut mempengaruhi cash flow perusahaan, dimana pusat perbelanjaan yang dibangun pada era presiden Soekarno itu diperkirakan merugi sebesar Rp29,9 miliar.
"Kalau kita bicara soal keuangan Sarinah, bagaimana dampak Covid-19 yang berdampak pada ritel secara umumnya, ritel sudah terkena dampak 70% bahkan ada yang terdampak hingga 100%. Sarinah pun tidak terkecuali, artinya dampaknya dobel dari Covid-19 itu sendiri dan pemugaran, artinya tokonya tutup hampir 1 tahun, hingga 2020 diprediksi (keuangan) akan loss," ujar Fetty dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (28/9/2020). (Baca juga: Pilu, PSBB Bikin Omzet Pengusaha Ritel Anjlok Rp200 Triliun )
Meski begitu, manajemen akan melakukan upaya recovery atau pemulihan kembali setelah gedung sudah selesai dibangun pada Agustus tahun depan. Salah satu upaya adalah menarik kembali sejumlah pelaku usaha ritel lokal.
Fetty yakin pihaknya akan mampu meraup laba bersih hingga di angka Rp3,7 miliar pada tahun depan. Meskipun target laba bersih itu jauh dari proyeksi perseroan sebelum pandemi Covid-19.
"Kami upayakan pada 2021 akan meningkat revenue-nya seiring dengan buka kembali toko di 2021 sehingga profit positif, meski masih relatif kecil jumlahnya," ungkapnya.
Lihat Juga :