Pemerintah Tak Putus Asa Menjaring Investasi
Selasa, 29 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
“Biasanya selain BKPM, menteri di atasnya atau setingkat menko. Tapi saya juga melihat barangkali karena kapasitas Menteri Erick sebagai Satgas Pemulihan Ekonomi sehingga pemerintah gencar menggaet investor,” ujar dia.
Dia menambahkan, pihak investor terutama investor Korea Selatan, harus terus diyakinkan terutama merealisasikan rencana tersebut (investasi). “Harus dikejar, jangan sampai baru sebatas minat, tapi belum ada MoU atau komitmen realisasi, makanya harus terus dikejar apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” katanya. (Baca juga: Jalan Terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia)
Kabar menggembirakan juga datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Menperin Agus Gumiwang mengungkapkan ada 12 perusahaan di sektor manufaktur yang siap berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp1,04 triliun. “Kami siap kawal realisasi investasi ini, karena tentunya akan sangat membantu pada program substitusi impor,” kata Agus.
Menurut Agus, berdasarkan perhitungannya, jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mengalihkan 35% impor barang input sektor manufaktur ke produksi dalam negeri sebesar Rp197 triliun, sedangkan nilai target produksi diprediksi sekitar Rp142 triliun dan biaya investasi sebesar Rp55 triliun. “Target produksi ini adalah untuk struktur biaya di luar proses produksi, seperti perizinan, pengadaan lahan, dan lainnya,” sebutnya. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Apabila investasi itu terealisasi, lanjut dia, akan tercipta 397.000 peluang kerja tambahan. Penambahan ini setingkat dengan peningkatan 6% ketenagakerjaan di sektor manufaktur. “Kami bertekad untuk menjaga aktivitas sektor industri di tengah masa pandemi saat ini, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tandasnya. (Ferdi Rantung/Rina Anggraeni/Ichsan Amin)
Dia menambahkan, pihak investor terutama investor Korea Selatan, harus terus diyakinkan terutama merealisasikan rencana tersebut (investasi). “Harus dikejar, jangan sampai baru sebatas minat, tapi belum ada MoU atau komitmen realisasi, makanya harus terus dikejar apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” katanya. (Baca juga: Jalan Terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia)
Kabar menggembirakan juga datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Menperin Agus Gumiwang mengungkapkan ada 12 perusahaan di sektor manufaktur yang siap berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp1,04 triliun. “Kami siap kawal realisasi investasi ini, karena tentunya akan sangat membantu pada program substitusi impor,” kata Agus.
Menurut Agus, berdasarkan perhitungannya, jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mengalihkan 35% impor barang input sektor manufaktur ke produksi dalam negeri sebesar Rp197 triliun, sedangkan nilai target produksi diprediksi sekitar Rp142 triliun dan biaya investasi sebesar Rp55 triliun. “Target produksi ini adalah untuk struktur biaya di luar proses produksi, seperti perizinan, pengadaan lahan, dan lainnya,” sebutnya. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Apabila investasi itu terealisasi, lanjut dia, akan tercipta 397.000 peluang kerja tambahan. Penambahan ini setingkat dengan peningkatan 6% ketenagakerjaan di sektor manufaktur. “Kami bertekad untuk menjaga aktivitas sektor industri di tengah masa pandemi saat ini, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tandasnya. (Ferdi Rantung/Rina Anggraeni/Ichsan Amin)
(ysw)
Lihat Juga :