Pemerintah Tak Putus Asa Menjaring Investasi
Selasa, 29 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, sejak 2015, Korea Selatan menjadi negara asal investasi terbesar ke-7 di Indonesia, setelah Singapura, Jepang, China, Hong Kong, Malaysia, dan Belanda. Korea Selatan membukukan total investasi mencapai USD7,7 miliar.
“Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi Covid-19. Jadi, kita harus serius memfasilitasi sampai jadi. Sesuai arahan Presiden, investasi yang kita dorong adalah yang mendukung transformasi ekonomi, ada nilai tambah. Dan tentu juga investasi padat karya. Indonesia butuh lapangan kerja dan investasi solusinya,” tegas Bahlil. (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)
Bahlil menjelaskan, BKPM akan berusaha menarik investor Korea Selatan untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya kepada perusahaan di bidang industri hilirisasi. "Dengan mendorong realisasi investasi, kami bersama Menteri BUMN ke Korea Selatan untuk membahas hilirisasi EV (Electric Vehicle) battery,” papar Bahlil.
Dihubungi terpisah, ekonom Center Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal mengatakan langkah pemerintah mengejar investasi hingga Negeri Ginseng memang diperlukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia.
Menurut dia, secara umum iklim investasi belum pulih sepenuhnya di negara-negara yang terdampak Covid-19. “Kalau kita lihat, iklim investasi di negara-negara terdampak Covid-19 belum pulih sepenuhnya. Namun kalau ditilik per sektor, barangkali pertimbangan Korea Selatan memilih Indonesia melihat faktor lain, misalnya upah,” ungkap dia. (Baca juga: Era teknologi KTP Biometrik Dimulai)
Dia menilai proaktif pemerintah yang terus mendatangkan investor asing di tengah pandemi Covid-19, juga dinilai sebagai langkah yang positif. Menurut dia, keterlibatan Menteri BUMN Erick Tohir kemungkinan karena kapasitasnya sebagai Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional.
“Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi Covid-19. Jadi, kita harus serius memfasilitasi sampai jadi. Sesuai arahan Presiden, investasi yang kita dorong adalah yang mendukung transformasi ekonomi, ada nilai tambah. Dan tentu juga investasi padat karya. Indonesia butuh lapangan kerja dan investasi solusinya,” tegas Bahlil. (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)
Bahlil menjelaskan, BKPM akan berusaha menarik investor Korea Selatan untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya kepada perusahaan di bidang industri hilirisasi. "Dengan mendorong realisasi investasi, kami bersama Menteri BUMN ke Korea Selatan untuk membahas hilirisasi EV (Electric Vehicle) battery,” papar Bahlil.
Dihubungi terpisah, ekonom Center Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal mengatakan langkah pemerintah mengejar investasi hingga Negeri Ginseng memang diperlukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia.
Menurut dia, secara umum iklim investasi belum pulih sepenuhnya di negara-negara yang terdampak Covid-19. “Kalau kita lihat, iklim investasi di negara-negara terdampak Covid-19 belum pulih sepenuhnya. Namun kalau ditilik per sektor, barangkali pertimbangan Korea Selatan memilih Indonesia melihat faktor lain, misalnya upah,” ungkap dia. (Baca juga: Era teknologi KTP Biometrik Dimulai)
Dia menilai proaktif pemerintah yang terus mendatangkan investor asing di tengah pandemi Covid-19, juga dinilai sebagai langkah yang positif. Menurut dia, keterlibatan Menteri BUMN Erick Tohir kemungkinan karena kapasitasnya sebagai Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional.
Lihat Juga :