Pandemi Usai, Industri Perbankan Bakal Tak Kelihatan?

Selasa, 29 September 2020 - 17:38 WIB
loading...
Pandemi Usai, Industri...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan bahwa perbankan akan menghadapi tantangan baru di masa post new normal. Makanya, industri perbankan harus menyiapkan model baru sebagai bentuk adaptasi ke era tersebut. ( Baca juga:35 Tahun Tidak Berubah, Bea Meterai Sah Jadi Rp10 Ribu Per 1 Januari 2021 )

"Banking model akan menyesuaikan dengan perspektif customer, antara lain adanya integrasi, tidak adanya kontak fisik, open banking, dan juga mengikuti tren gaya hidup," ujar Sis Apik dalam Webinar The 2nd Series Industry Roundtable bertemakan "Actualizing The Post Normal: 2021 and Beyond-Banking Industry Perspective" di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Di era post new normal, bank akan lebih menyatu dalam kehidupan dan keseharian masyarakat. Dengan demikian, institusi bank akan semakin tidak terlihat (invisible).

Perbankan juga akan dituntut untuk memberikan jasa layanan keuangan yang mudah dan cepat. Customer experience menjadi aspek penting, serta membutuhkan level kepercayaan yang tinggi.

"Bank juga harus mengimplementasikan kultur inovasi, karena nantinya harus ada inovasi tanpa henti. Nantinya, everyone is a banker," tambah Sis Apik. ( Baca juga:Dengan Laba yang Kontet, Inalum Punya Capex Segede Gaban )

Perbankan juga menghadapi disrupsi yang konstan dan nonstop, terlebih dengan hadirnya fintech, FI, NBFI, dan institusi serupa.

"Kuncinya adalah kolaborasi. Butuh partnership yang tepat, adaptasi inovasi baru, dan juga pemanfaatan teknologi digital," pungkas Sis Apik.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Akuntabilitas Jadi Kunci...
Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Fintech
BNI Bukukan Laba Bersih...
BNI Bukukan Laba Bersih Rp5,6 Triliun di Kuartal I-2026
Setoran Pajak Digital...
Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech
Sampoerna Mobile Banking...
Sampoerna Mobile Banking Tampil dengan Wajah Baru: Lebih Segar, Praktis, dan Aman
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
Perang Fintech 2026...
Perang Fintech 2026 Makin Panas: DOKU dan 2C2P Buka Jalur Tol Pembayaran Lintas Negara
Di WEF 2026, Dirut BRI...
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
Rekomendasi
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved