Pandemi Usai, Industri Perbankan Bakal Tak Kelihatan?

loading...
Pandemi Usai, Industri Perbankan Bakal Tak Kelihatan?
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNISis Apik Wijayanto mengatakan bahwa perbankanakan menghadapi tantangan baru di masa post new normal. Makanya, industri perbankan harus menyiapkan model baru sebagai bentuk adaptasi ke era tersebut. (Baca juga:35 Tahun Tidak Berubah, Bea Meterai Sah Jadi Rp10 Ribu Per 1 Januari 2021)

"Banking model akan menyesuaikan dengan perspektif customer, antara lain adanya integrasi, tidak adanya kontak fisik, open banking, dan juga mengikuti tren gaya hidup," ujar Sis Apik dalam Webinar The 2nd Series Industry Roundtable bertemakan "Actualizing The Post Normal: 2021 and Beyond-Banking Industry Perspective" di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Di era post new normal, bank akan lebih menyatu dalam kehidupan dan keseharian masyarakat. Dengan demikian, institusi bank akan semakin tidak terlihat (invisible).

Perbankan juga akan dituntut untuk memberikan jasa layanan keuangan yang mudah dan cepat. Customer experience menjadi aspek penting, serta membutuhkan level kepercayaan yang tinggi.



"Bank juga harus mengimplementasikan kultur inovasi, karena nantinya harus ada inovasi tanpa henti. Nantinya, everyone is a banker," tambah Sis Apik. (Baca juga:Dengan Laba yang Kontet, Inalum Punya Capex Segede Gaban)

Perbankan juga menghadapi disrupsi yang konstan dan nonstop, terlebih dengan hadirnya fintech, FI, NBFI, dan institusi serupa.

"Kuncinya adalah kolaborasi. Butuh partnership yang tepat, adaptasi inovasi baru, dan juga pemanfaatan teknologi digital," pungkas Sis Apik.
(uka)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top