Uang Beredar Naik tapi Suku Bunga Belum Turun, Apa Pasal?

Rabu, 30 September 2020 - 23:03 WIB
loading...
Uang Beredar Naik tapi...
Ilustrasi Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Agustus 2020 disebabkan oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

Posisi M2 pada Agustus 2020 tercatat Rp6.726,1 triliun atau meningkat 13,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,5% (yoy).

Peningkatan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 19,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 13,1% (yoy), didorong oleh naiknya simpanan giro Rupiah. (Baca juga: Debat Trump-Biden Bikin Rupiah Menguat Nih! )

Menurut Peneliti Indef Nailul Huda, jumlah uang beredar yang meningkat memang dilakukan untuk mendorong perekonomian secara masif. "Pemerintah melakukan ekspansi untuk mendorong perekonomian dan menyebabkan jumlah uang beredar juga meningkat," kata Huda saat dihubungi di Jakarta Rabu (30/9/2020). Harapannya, imbuh dia, suku bunga bisa turun dan meningkatkan iklim usaha nasional.

Namun, nampaknya hal tersebut tidak berjalan dengan lancar karena pertumbuhan kredit yang semakin melambat. Ada faktor lainnya yang membuat pertumbuhan kredit melambat.

"Saya pikir masalahnya ada demand masyarakatnya yang melemah jadi orang tidak akan mengekspansi usahanya dengan melakukan kredit usaha," ujar dia. (Baca juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat di Bawah 1% )

Jadi, yang memang harus didorong adalah kebijakan fiskal untuk pemberian bantuan langsung ke masyarakat guna menaikkan permintaan dan daya beli masyarakat.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Infografis
Harga Tes PCR Turun,...
Harga Tes PCR Turun, Jumlah Penumpang Pesawat Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved