Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat di Bawah 1%

loading...
Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat di Bawah 1%
Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2020 sebesar Rp5.520,9 triliun atau tumbuh 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya 1,0% yoy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, perlambatan penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan.

Kredit kepada korporasi tercatat melambat, dari 0,9% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 0,7% (yoy) pada Agustus 2020. "Demikian juga penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan, dari 1,5% (yoy) menjadi 1,0% (yoy) pada bulan Agustus 2020," kata Onny di Jakarta, Rabu (30/9/2020). (Baca juga: BI: Permintaan Kredit Konstruksi hingga Properti Masih Melambat)

Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya kredit investasi (Kl) dan kredit konsumsi (KK), serta penurunan kredit modal kerja (KMK). Kredit investasi (Kl) tercatat tumbuh 4,0% (yoy) pada Agustus 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,2% (yoy).



Perlambatan tersebut disebabkan oleh sektor Industri Pengolahan serta sektor listrik, gas, dan air bersih (LGA). Kl sektor Industri Pengolahan melambat, dari 5,1% (yoy) menjadi 2,9% (yoy) pada Agustus 2020, terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor Industri Minyak Goreng dari Kelapa Sawit Mentah di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat.

Sementara itu, KI sektor LGA pada Agustus 2020 tumbuh sebesar 1,2% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (3,4%, yoy), khususnya pada subsektor ketenagalistrikan di DKl Jakarta dan Banten.

Pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) pada Agustus 2020 melambat, dari 1,5% (yoy) pada bulan Juli 2020 menjadi 1,1% (yoy), disebabkan oleh perlambatan pada kredit KPR/KPA, KKB maupun kredit multiguna.



Sementara itu, KMK masih melanjutkan pertumbuhan negatifnya sebesar -1,7% (yoy) pada Agustus 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).

"KMK sektor Industri Pengolahan pada Agustus 2020 tumbuh negatif sebesar -1,3% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-0,4%, yoy)," ungkap dia. (Baca juga: Terapkan Industri Hijau, 15 Perusahaan Bakal Nikmati Fasilitas Pembiayaan)

Menurut Onny, penurunan tersebut terutama terjadi pada kredit industri rokok khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -4,3%(yoy), tidak sedalam pertumbuhan bulan Juli 2020 sebesar -4,8% (yoy), terutama bersumber dari perbaikan KMK subsektor perdagangan besar barang keperluan rumah tangga di Banten dan Sulawesi Selatan.
(ind)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top