Terungkap! Deflasi Tujuh Bulan Ngedur Pernah Terjadi Saat Krisis 1999

loading...
Terungkap! Deflasi Tujuh Bulan Ngedur Pernah Terjadi Saat Krisis 1999
Deflasi berturut-turut selama tujuh bulan pernah terjadi saaat krisis ekonomi 1999 lalu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan September 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Dari 90 kota yang disurvei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi ini sudah ketiga kalinya sejak bulan Juli, Agustus dan September. Tercatat, Juli terjadi deflasi 0,10% dan Agustus terjadi deflasi 0,05%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pada 1999 Indonesia juga pernah mengalami deflasi beruntun selama tujuh bulan. Hal ini karena ekonomi domestik juga tengah menghadapi tekanan akibat krisis keuangan. "Deflasi berturut-turut terjadi pada tahun 1999, pada waktu itu deflasi Maret-September 1999 itu deflasi berturut-turut selama tujuh bulan," ujar Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: Deflasi 3 Kali Berturut-turut, Ekonomi RI Terancam Depresi

Dia melanjutkan inflasi inti yang paling menggambarkan daya beli masyarakat, juga mengalami perlambatan. Di September 2020, inflasi inti hanya 0,13% (mtm) dan sepanjang tahun ini hingga akhir bulan lalu hanya sebesar 1,46% (ytd). Secara tahunan, inflasi inti juga hanya 1,86%. (yoy) di September 2020. Menurut Suhariyanto, ini merupakan yang terendah sepanjang BPS melakukan penghitungan inflasi inti. "BPS dan BI menghitung inflasi inti pada 2004, jadi itu pertama kali inflasi inti September 2020 terendah sejak 2004, sejak pertama kali inflasi inti," pungkasnya. Baca Juga:Nyalakan Tanda Bahaya! Jurang Resesi Makin Nyata

(nng)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top