Hikmah Pandemi, Momentum Bagi Percepatan Transformasi Digital
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Guna menangkap momentum transformasi digital ini, lanjut dia, beberapa masalah perlu diselesaikan. Di antaranya, infrastruktur yang menjadi fokus utama dalam meningkatnya kebutuhan broadband. "Ketersediaan infrastruktur yang dapat diandalkan adalah suatu keharusan," tandasnya.
Ismail mengungkapkan lima hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat transformasi tersebut. Pertama, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di hingga ke pelosok Indonesia.
Kedua, meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan peta jalan transformasi digital di sektor-sektor strategis, antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.
Ketiga, percepatan integrasi pusat data nasional. Hal ini menurutnya amat penting karena akan memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat serta meningkatkan efisiensi.
Keempat, menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia talenta digital. Indonesia, kata Ismail, diperkirakan membutuhkan talenta digital kurang Iebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan, atau kurang Iebih 600.000 orang per tahun. "Kelima, terkait perencanaan transformasi digital, perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital," tuturnya.
Ismail mengungkapkan lima hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat transformasi tersebut. Pertama, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di hingga ke pelosok Indonesia.
Kedua, meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan peta jalan transformasi digital di sektor-sektor strategis, antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.
Ketiga, percepatan integrasi pusat data nasional. Hal ini menurutnya amat penting karena akan memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat serta meningkatkan efisiensi.
Keempat, menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia talenta digital. Indonesia, kata Ismail, diperkirakan membutuhkan talenta digital kurang Iebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan, atau kurang Iebih 600.000 orang per tahun. "Kelima, terkait perencanaan transformasi digital, perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital," tuturnya.
Lihat Juga :