Thailand Hentikan Bea Masuk Safeguard Baja Canai Panas, Lets Go Ekspor
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Banjir Baja Impor China Bisa Jegal Tekad Pemerintah Gunakan Produk Lokal )
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi mengungkapkan, para eksportir baja canai panas Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini. Sebab, produk baja canai Indonesia juga memiliki potensi ekspor yang besar karena mampu bersaing secara kualitas dan harga. "Kini, para eksportir berkesempatan meningkatkan ekspor ke Thailand,"ungkapnya.
Kemendag mencatat, ekspor baja canai panas meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Ekspor produk baja canai panas Indonesia ke Thailand pada periode 2016-2019 mengalami peningkatan tren sebesar 18,09%. Sedangkan, ekspor baja canai panas Indonesia ke seluruh dunia meningkat sebesar 44% pada periode yang sama. Tercatat pada 2016, nilai ekspor baja canai panas Indonesia ke dunia sebesar USD 184,3 juta.
Kemudian, nilai tersebut meningkat pada 2017 sebesar USD 254,5 juta, 2018 sebesar USD 427,4 juta, dan 2019 sebesar USD 526,9 juta. Namun, di tengah pandemi Covid-19, hingga juli 2020, nilai ekspor baja canai panas tercatat sebesar USD 300,8 juta atau turun 1,6 persen dibandingkan rentang periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi mengungkapkan, para eksportir baja canai panas Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini. Sebab, produk baja canai Indonesia juga memiliki potensi ekspor yang besar karena mampu bersaing secara kualitas dan harga. "Kini, para eksportir berkesempatan meningkatkan ekspor ke Thailand,"ungkapnya.
Kemendag mencatat, ekspor baja canai panas meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Ekspor produk baja canai panas Indonesia ke Thailand pada periode 2016-2019 mengalami peningkatan tren sebesar 18,09%. Sedangkan, ekspor baja canai panas Indonesia ke seluruh dunia meningkat sebesar 44% pada periode yang sama. Tercatat pada 2016, nilai ekspor baja canai panas Indonesia ke dunia sebesar USD 184,3 juta.
Kemudian, nilai tersebut meningkat pada 2017 sebesar USD 254,5 juta, 2018 sebesar USD 427,4 juta, dan 2019 sebesar USD 526,9 juta. Namun, di tengah pandemi Covid-19, hingga juli 2020, nilai ekspor baja canai panas tercatat sebesar USD 300,8 juta atau turun 1,6 persen dibandingkan rentang periode yang sama tahun sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :