Dividen Turun Signifikan, BUMN Ini Tetap Pede Lunasi Utang Triliunan
Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:14 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memproyeksikan pajak dan dividen yang akan disetor kepada negara pada 2020 menurun signifikan. Angka itu diprediksi lebih rendah dari setoran tahun sebelumnya.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman mengatakan, pada 2019 dividen yang diberikan perseroan ke negara mencapai Rp974 miliar. Sementara setoran pajak mencapai Rp7,2 triliun. Sehingga total kontribusi perusahaan BUMN itu kepada negara mencapai Rp8,2 triliun pada tahun lalu.
"Tahun 2019 membukukan angka yang cukup baik yakni Rp8,2 triliun. Namun tentunya, di tahun 2020 akan mengalami penurunan sedikit," ujar Bakir dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (1/10/2020). (Baca juga: Minim, Setoran Dividen BUMN Tahun Depan Hanya Rp26,1 Triliun )
Meski begitu, manajemen perusahaan plat merah itu tidak menyebut berapa nilai proyeksi pajak dan dividen yang nantinya diberikan. Penurunan itu dikarenakan laba bersih perseroan terkontraksi akibat pandemi Covid-19.
Meski Bakir agak pesimis dengan nilai dividen dan pajak dari Pupuk Indonesia untuk negara pada tahun ini, dia optimis bahwa pihaknya bisa melunasi utang perusahaan periode 2017-2018 pada awal Oktober ini.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman mengatakan, pada 2019 dividen yang diberikan perseroan ke negara mencapai Rp974 miliar. Sementara setoran pajak mencapai Rp7,2 triliun. Sehingga total kontribusi perusahaan BUMN itu kepada negara mencapai Rp8,2 triliun pada tahun lalu.
"Tahun 2019 membukukan angka yang cukup baik yakni Rp8,2 triliun. Namun tentunya, di tahun 2020 akan mengalami penurunan sedikit," ujar Bakir dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (1/10/2020). (Baca juga: Minim, Setoran Dividen BUMN Tahun Depan Hanya Rp26,1 Triliun )
Meski begitu, manajemen perusahaan plat merah itu tidak menyebut berapa nilai proyeksi pajak dan dividen yang nantinya diberikan. Penurunan itu dikarenakan laba bersih perseroan terkontraksi akibat pandemi Covid-19.
Meski Bakir agak pesimis dengan nilai dividen dan pajak dari Pupuk Indonesia untuk negara pada tahun ini, dia optimis bahwa pihaknya bisa melunasi utang perusahaan periode 2017-2018 pada awal Oktober ini.
Lihat Juga :