OJK Catat Baki Debet 74 Perusahaan Besar Berkurang

Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:20 WIB
loading...
OJK Catat Baki Debet...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat di segmen korporasi adanya penurunan baki debet atau total kredit (pinjaman) di perbankan dari 74 debitur terbesar di Indonesia. Penurunan baki debet bahkan mencapai angka Rp61,2 triliun.

"Terdapat 74 debitur besar dari kelompok 100 debitur besar di bulan Agustus mengalami penurunan baki debet total Rp61,2 triliun dengan rata-rata turun sebesar 12,9%. Yang terbesar adalah PLN Rp7,2 triliun," kata Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, di Jakarta, Kamis (1/10/2020). ( Baca juga:Nikmat, di Tengah Pandemi Industri Kopi Bisa Seruput Devisa USD211 Juta )

Dia merinci, penurunan nilai kredit dari lima perusahaan dengan utang terbesar di bank antara lain PT PLN (Persero), PT Gudang Garam Tbk, PT Wilmar Nabati Indonesia, Petrokimia Gresik, dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

"Gudang Garam Rp5,3 triliun, Wilmar Nabati Rp4,9 trriliun, Petrokimia Gresik Rp4,9 triliun, dan Indofood Sukses Makmur Rp4,4 trilun," katanya.

Dia menambahkan, penurunan baki itu berdampak pada likuiditas perbankan. Kondisi loan to deposite ratio (LDR) perbankan hingga Agustus 2020 terus mengalami peningkatan, yaitu berada pada posisi 85,11%. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di level tinggi sebesar 11,64% yoy. ( Baca juga:Airlangga Hartarto Ultah ke-58, Nurul Arifin Ucapkan Selamat dan Doa )

"LDR sudah di bawah 90%, angka terakhir 85,11% karena tadi in-line bahwa pertumbuhan kredit masih terjadi kontraksi," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Rekomendasi
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Terjaring OTT
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Berita Terkini
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved