PSBB Jilid II Bikin Indeks Manufaktur Merosot Lagi
Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Data PMI menunjukkan penurunan permintaan yang membuat produksi kembali turun. Selain itu, penciptaan lapangan kerja menurun selama tujuh bulan berturut-turut dengan laju Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin cepat.
Perusahaan juga mengurangi aktivitas pembelian dan inventaris sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran. Dari sisi harga, tekanan inflasi membaik pada akhir kuartal ketiga. Rupiah yang lemah dilaporkan mendorong inflasi biaya, meskipun biaya input total naik dengan kecepatan terendah sejak bulan Maret. (Baca juga: Omzet 0 Rupiah, Titik Nadir Pelaku Usaha Pariwisata Semarang di Masa Pandemi )
Biaya output naik pada kisaran marginal menunjukkan sejumlah perusahaan memberikan diskon harga untuk merangsang penjualan. Pembatasan terkait Covid-19 yang kembali diberlakukan juga membatasi kemampuan pemasok untuk mengirimkan pasokan secara tepat waktu.
Pada akhirnya, harapan mengenai output tahun mendatang sangat tinggi, tetapi optimisme umumnya bersandar pada harapan bahwa pandemi akan dapat dikendalikan.
Perusahaan juga mengurangi aktivitas pembelian dan inventaris sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran. Dari sisi harga, tekanan inflasi membaik pada akhir kuartal ketiga. Rupiah yang lemah dilaporkan mendorong inflasi biaya, meskipun biaya input total naik dengan kecepatan terendah sejak bulan Maret. (Baca juga: Omzet 0 Rupiah, Titik Nadir Pelaku Usaha Pariwisata Semarang di Masa Pandemi )
Biaya output naik pada kisaran marginal menunjukkan sejumlah perusahaan memberikan diskon harga untuk merangsang penjualan. Pembatasan terkait Covid-19 yang kembali diberlakukan juga membatasi kemampuan pemasok untuk mengirimkan pasokan secara tepat waktu.
Pada akhirnya, harapan mengenai output tahun mendatang sangat tinggi, tetapi optimisme umumnya bersandar pada harapan bahwa pandemi akan dapat dikendalikan.
(ind)
Lihat Juga :