PSBB Jilid II Bikin Indeks Manufaktur Merosot Lagi

Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:35 WIB
loading...
PSBB Jilid II Bikin...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kondisi manufaktur Indonesia memburuk pada bulan September saat Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) terkait Covid-19 diberlakukan kembali.

IHS Markit mencatat Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun hampir empat poin dari 50,8 pada bulan Agustus menjadi 47,2. Hal ini menandai penurunan indeks pertama sejak bulan April, pada saat pandemi global memuncak.

Poin PMI di bawah ambang batas netral 50 mengindikasikan penurunan pada sektor kesehatan dan menggambarkan kemerosotan perolehan yang dicapai PMI pada bulan-bulan terakhir.

Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan, data terkini PMI mengindikasikan kemerosotan baru pada kondisi pabrik pada bulan September, dengan penjualan dan produksi menurun secara solid pada akhir triwulan ketiga setelah adanya peningkatan pada bulan Agustus.

"Perusahaan mengurangi kapasitas dan biaya tambahan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan biaya dan tetap tetap bertahan. Ketenagakerjaan menurun sementara aktivitas pembelian terus berkontraksi. Inventaris juga menipis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020). (Baca juga: OJK Catat Baki Debet 74 Perusahaan Besar Berkurang )

Menurut dia, angka PMI terkini menyatakan bahwa sektor manufaktur Indonesia menghadapi kondisi pengoperasian yang menantang pada beberapa bulan ke depan.

"Apakah pemulihan yang kuat akan mengakar? Sebagian besar bergantung pada kemampuan negara mengendalikan pandemi. Harapan terhadap prospek tahun depan tetap positif, tetapi optimisme bergantung pada perkembangan situasi Covid-19," tuturnya.

Data PMI menunjukkan penurunan permintaan yang membuat produksi kembali turun. Selain itu, penciptaan lapangan kerja menurun selama tujuh bulan berturut-turut dengan laju Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin cepat.

Perusahaan juga mengurangi aktivitas pembelian dan inventaris sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran. Dari sisi harga, tekanan inflasi membaik pada akhir kuartal ketiga. Rupiah yang lemah dilaporkan mendorong inflasi biaya, meskipun biaya input total naik dengan kecepatan terendah sejak bulan Maret. (Baca juga: Omzet 0 Rupiah, Titik Nadir Pelaku Usaha Pariwisata Semarang di Masa Pandemi )

Biaya output naik pada kisaran marginal menunjukkan sejumlah perusahaan memberikan diskon harga untuk merangsang penjualan. Pembatasan terkait Covid-19 yang kembali diberlakukan juga membatasi kemampuan pemasok untuk mengirimkan pasokan secara tepat waktu.

Pada akhirnya, harapan mengenai output tahun mendatang sangat tinggi, tetapi optimisme umumnya bersandar pada harapan bahwa pandemi akan dapat dikendalikan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Soal Pengadaan 105.000...
Soal Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih, Evita: Momentum Perkuat Manufaktur Nasional
Rekomendasi
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved