Aneh? WFH, Digitalisasi Bisnis, dan Belajar Daring Tak Mendongkrak Emiten Telko
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 00:29 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu kondisi market uncertainty akibat pandemi membuat investor berpindah ke kelas-kelas aset yang dianggap lebih aman," ujar Selvi.
Selvi menilai, perbaikan kinerja saham sektor telekomunikasi nasional sangat bergantung pada perkembangan pandemi Covid-19 dan strategi pemerintah dalam memulihkan ekonomi.
"Namun sektor telko diproyeksi menjadi salah satu sektor yang resilience, dengan dampak minim pada kinerja sebab kebutuhan masyarakat akan akses data dan informasi semakin meningkat," jelasnya.
Terkait dengan pergerakan harga saham pemain lokal seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menurut Selvi memiliki pengaruh yang besar terhadap IHSG secara keseluruhan. TLKM sebagai emiten dengan bobot 4,5% dari indeks dan memiliki market cap sebesar Rp253,5 triliun alias terbesar ke-4, membuat pergerakan harga sahamnya cukup signifikan dalam mempengaruhi harga indeks.
"Saat ini kami melihat foreign outflow yang mempengaruhi pergerakan saham TLKM. Tapi kondisi ini tidak hanya pada TLKM saja, namun juga pada saham berkapitalisasi besar lainnya di sektor perbankan dan konsumer. Karena di indeks sendiri juga terjadi net foreign sell hingga Rp60 triliun," jelas Selvi. ( Baca juga:Hati-hati dengan Lisan, Jangan Sembarangan Menuduh Zina )
Meski investor asing banyak yang melepas saham TLKM, namun Selvi menilai hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Sebab secara fundamental kinerja TLKM cukup kuat.
Selvi menilai, perbaikan kinerja saham sektor telekomunikasi nasional sangat bergantung pada perkembangan pandemi Covid-19 dan strategi pemerintah dalam memulihkan ekonomi.
"Namun sektor telko diproyeksi menjadi salah satu sektor yang resilience, dengan dampak minim pada kinerja sebab kebutuhan masyarakat akan akses data dan informasi semakin meningkat," jelasnya.
Terkait dengan pergerakan harga saham pemain lokal seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menurut Selvi memiliki pengaruh yang besar terhadap IHSG secara keseluruhan. TLKM sebagai emiten dengan bobot 4,5% dari indeks dan memiliki market cap sebesar Rp253,5 triliun alias terbesar ke-4, membuat pergerakan harga sahamnya cukup signifikan dalam mempengaruhi harga indeks.
"Saat ini kami melihat foreign outflow yang mempengaruhi pergerakan saham TLKM. Tapi kondisi ini tidak hanya pada TLKM saja, namun juga pada saham berkapitalisasi besar lainnya di sektor perbankan dan konsumer. Karena di indeks sendiri juga terjadi net foreign sell hingga Rp60 triliun," jelas Selvi. ( Baca juga:Hati-hati dengan Lisan, Jangan Sembarangan Menuduh Zina )
Meski investor asing banyak yang melepas saham TLKM, namun Selvi menilai hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Sebab secara fundamental kinerja TLKM cukup kuat.
Lihat Juga :