OJK Dorong Pemulihan Ekonomi dari Daerah
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 10:05 WIB
loading...
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisiatif melakukan program strategis yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengungkit potensi ekonomi di daerah, pengembangan UMKM dan layanan keuangan dari hulu sampai hilir, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Hal ini untuk mewujudkan visi industri jasa keuangan yang dapat memajukan kesejahteraan umum.
“Kami meyakini bahwa masih banyak potensi di daerah untuk dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Potensi pertumbuhan ada di daerah untuk tumbuh lebih cepat lagi,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta kemarin. (Baca: Berikut Beberapa Doa Memohon Kelancaran Rezeki)
Menurut dia, berbagai program telah dilakukan OJK dengan mendorong perluasan akses keuangan di daerah dan masyarakat atau usaha kecil dan ultramikro, misalnya bank wakaf mikro (BWM), program Jaring, Laku Pandai, TPAKD, BUMDesa center, dan pilot project KUR kluster di berbagai daerah.
“Kami menginisiasi pengembangan BUMDes melalui program BUMDesa Center yang kini telah terbentuk 29 BUMDesa Center di Sumsel, Kaltim, Jawa, NTT, dan Papua. Saat ini kami juga menyinergiskan program BUMDesa Center dengan program bank wakaf mikro,” kata Wimboh.
Selain itu, OJK berinovasi untuk melayani masyarakat di berbagai daerah guna mendapatkan akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan murah melalui program kerja sama dengan pemerintah daerah dalam forum TPAKD melalui skema kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR).
Hingga 22 September lalu telah terdapat 19 TPAKD yang mengimplementasikan skema K/PMR ini mulai dari Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, Provinsi Sumut, NTT, Kabupaten Tabalong Kalsel, Malang, Lombok Timur dan lainnya, dengan nilai penyaluran Rp585,7 miliar. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)
“Kami meyakini bahwa masih banyak potensi di daerah untuk dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Potensi pertumbuhan ada di daerah untuk tumbuh lebih cepat lagi,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta kemarin. (Baca: Berikut Beberapa Doa Memohon Kelancaran Rezeki)
Menurut dia, berbagai program telah dilakukan OJK dengan mendorong perluasan akses keuangan di daerah dan masyarakat atau usaha kecil dan ultramikro, misalnya bank wakaf mikro (BWM), program Jaring, Laku Pandai, TPAKD, BUMDesa center, dan pilot project KUR kluster di berbagai daerah.
“Kami menginisiasi pengembangan BUMDes melalui program BUMDesa Center yang kini telah terbentuk 29 BUMDesa Center di Sumsel, Kaltim, Jawa, NTT, dan Papua. Saat ini kami juga menyinergiskan program BUMDesa Center dengan program bank wakaf mikro,” kata Wimboh.
Selain itu, OJK berinovasi untuk melayani masyarakat di berbagai daerah guna mendapatkan akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan murah melalui program kerja sama dengan pemerintah daerah dalam forum TPAKD melalui skema kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR).
Hingga 22 September lalu telah terdapat 19 TPAKD yang mengimplementasikan skema K/PMR ini mulai dari Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, Provinsi Sumut, NTT, Kabupaten Tabalong Kalsel, Malang, Lombok Timur dan lainnya, dengan nilai penyaluran Rp585,7 miliar. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Diminta Pakai Sistem Akumulasi)
Lihat Juga :