Rangkul Investor dan Konsumen, Fintech Alami Sudah Salurkan Pinjaman Rp200 M
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Membangun pemahaman keuangan syariah juga tidak lepas dari risiko pihak-pihak yang bisa merugikan masyarakat dan mencemarkan reputasi lembaga keuangan konvensional maupun syariah yang telah lama berdiri.
“Sering kita lihat kasus-kasus investasi syariah bodong terjadi beberapa kali. Dan ini membuat reputasi penyelenggara keuangan syariah yang benar menjadi ikut tercemar. Karenanya komunikasi untuk membangun reputasi adalah upaya yang tidak sekali jalan namun harus terus dijalankan dengan strategi dan timing yang sudah ditentukan dari awal. Harapannya, usaha kami ini bisa memperluas ruang “dakwah” kepada kalangan muslim di Indonesia dari sisi bisnis dan keuangan,” tegas Dima.
Dalam menjalankan bisnisnya, ALAMI terus berupaya untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan memperhatikan kondisi pasar muslim di Indonesia. Sampai saat ini, ALAMI sudah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 200 Milliar, “Pencapaian tersebut didukung dengan faktor komunikasi yang fleksibel sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakter masyarakat di daerah tersebut,” lanjutnya.
Guna terus memberikan pengalaman pendanaan yang mudah bagi masyarakat, ALAMI akan meluncurkan versi mobile app yang akan dirilis dalam waktu dekat. PT Alami Fintek Syariah (ALAMI) didirikan oleh Dima Djani, Bembi Juniar, dan Harza Sandityo pada Desember 2017.
Terhitung sejak tahun 2019, ALAMI menyediakan layanan yang lebih beragam yaitu platform peer-to-peer financing (P2P) berbasis syariah bagi penggunanya. Sejak ALAMI terdaftar di OJK hingga saat ini sudah mendapat tanda berizin, ALAMI memiliki pemberi dana (funder) dengan jumlah mencapai ±7.000 orang.
Selain itu, di periode pandemi Covid-19 ini ALAMI menerapkan seleksi yang ketat dan hati-hati terhadap beneficiary serta memilih dari sektor yang tidak terdampak langsung pandemi COVID-19, sehingga hingga saat ini ALAMI masih mencatatkan NPF (Non Performing Financing) sebesar 0% atau jika pada industri P2P financing menggunakan pengukuran TKB90: 100%.
“Sering kita lihat kasus-kasus investasi syariah bodong terjadi beberapa kali. Dan ini membuat reputasi penyelenggara keuangan syariah yang benar menjadi ikut tercemar. Karenanya komunikasi untuk membangun reputasi adalah upaya yang tidak sekali jalan namun harus terus dijalankan dengan strategi dan timing yang sudah ditentukan dari awal. Harapannya, usaha kami ini bisa memperluas ruang “dakwah” kepada kalangan muslim di Indonesia dari sisi bisnis dan keuangan,” tegas Dima.
Dalam menjalankan bisnisnya, ALAMI terus berupaya untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan memperhatikan kondisi pasar muslim di Indonesia. Sampai saat ini, ALAMI sudah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 200 Milliar, “Pencapaian tersebut didukung dengan faktor komunikasi yang fleksibel sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakter masyarakat di daerah tersebut,” lanjutnya.
Guna terus memberikan pengalaman pendanaan yang mudah bagi masyarakat, ALAMI akan meluncurkan versi mobile app yang akan dirilis dalam waktu dekat. PT Alami Fintek Syariah (ALAMI) didirikan oleh Dima Djani, Bembi Juniar, dan Harza Sandityo pada Desember 2017.
Terhitung sejak tahun 2019, ALAMI menyediakan layanan yang lebih beragam yaitu platform peer-to-peer financing (P2P) berbasis syariah bagi penggunanya. Sejak ALAMI terdaftar di OJK hingga saat ini sudah mendapat tanda berizin, ALAMI memiliki pemberi dana (funder) dengan jumlah mencapai ±7.000 orang.
Selain itu, di periode pandemi Covid-19 ini ALAMI menerapkan seleksi yang ketat dan hati-hati terhadap beneficiary serta memilih dari sektor yang tidak terdampak langsung pandemi COVID-19, sehingga hingga saat ini ALAMI masih mencatatkan NPF (Non Performing Financing) sebesar 0% atau jika pada industri P2P financing menggunakan pengukuran TKB90: 100%.
(akr)
Lihat Juga :