Gandeng ASEAN, RI Kerja Sama Pembiayaan Infrastruktur
Senin, 05 Oktober 2020 - 13:54 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN (ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting AFMGM) membahas penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan. Penekanan pada agenda membangun ketahanan dan mendorong pemulihan ekonomi kawasan yang terdampak pandemi Covid-19 .
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan Indonesia mendorong pengembangan inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur. Termasuk di antaranya untuk mendukung transformasi ke era teknologi digital. ( Baca juga:Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Tergantung Vaksin dan Stimulus )
“Prioritas Indonesia dalam mendorong pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk memfasilitasi aktivitas ekonomi selama pandemi, namun juga untuk mengantisipasi pergeseran modalitas proses belajar-mengajar melalui platform digital,” kata Suahasil di Jakarta, Senin (5/10/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu juga menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan proses keanggotaan di Financial Action Task Force (FATF) yang sempat tertunda akibat pandemi. Juga mengapresiasi dan mendukung perkembangan yang telah dicapai oleh ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dengan inisiatif Fasilitas Pembiayaan Hijau Katalitik ASEAN (ASEAN Catalytic Green Finance Facility_/ACGF) yang merupakan terobosan penting untuk memfasilitasi keterlibatan swasta pada pembiayaan infrastruktur hijau di kawasan.
"Fasilitas ACGF kini telah mendapatkan komitmen pendanaan dari mitra pembangunan sebesar USD1,5 miliar dan dalam waktu dekat akan memulai penyaluran pembiayaan bagi beberapa proyek strategis di beberapa negara, termasuk Indonesia," katanya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan Indonesia mendorong pengembangan inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur. Termasuk di antaranya untuk mendukung transformasi ke era teknologi digital. ( Baca juga:Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Tergantung Vaksin dan Stimulus )
“Prioritas Indonesia dalam mendorong pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk memfasilitasi aktivitas ekonomi selama pandemi, namun juga untuk mengantisipasi pergeseran modalitas proses belajar-mengajar melalui platform digital,” kata Suahasil di Jakarta, Senin (5/10/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu juga menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan proses keanggotaan di Financial Action Task Force (FATF) yang sempat tertunda akibat pandemi. Juga mengapresiasi dan mendukung perkembangan yang telah dicapai oleh ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dengan inisiatif Fasilitas Pembiayaan Hijau Katalitik ASEAN (ASEAN Catalytic Green Finance Facility_/ACGF) yang merupakan terobosan penting untuk memfasilitasi keterlibatan swasta pada pembiayaan infrastruktur hijau di kawasan.
"Fasilitas ACGF kini telah mendapatkan komitmen pendanaan dari mitra pembangunan sebesar USD1,5 miliar dan dalam waktu dekat akan memulai penyaluran pembiayaan bagi beberapa proyek strategis di beberapa negara, termasuk Indonesia," katanya.
Lihat Juga :