Korban PHK Terus Nanjak, Jangan Ngarep Ekonomi Meroket

Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:03 WIB
loading...
Korban PHK Terus Nanjak,...
Meningkatnya korban PHK membuat ekonomi semakin terpuruk. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Melonjaknya korban pemutusan hubungan kerja (PHK) ternyata memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Pasalnya dibalik meningkatnya pekerja yang di PHK dipastikan tingkat pengangguran semakin tinggi sehingga berdampak besar terhadap melemahnya daya beli masyarakat.

"Jadi kalau ada gelombang PHK otomatis pendapatan turun dampaknya daya beli turun secara otomatis permintaan barang juga ikut turun. Lalu produksi juga turun, dan balik lagi ke pendapatan perusahaan juga turun," ungkap Wakil Bidang Perdagangan Kadin Benny Soetrisno di acara webinar Forum Merdeka Barat, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga: Waspada! Pengesahan Omnibus Law Bareng Meningkatnya Korban PHK

Menurut dia menurunnya pendapatan bisnis tersebut berimbas kinerja perusahaan. Sebab itu, pengusaha juga harus memutar otak agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. "Kita harus punya daya tahan yang kuat agar bisa menghadapi virus Covid-19 karena semua sektor terpukul," jelasnya.

Dia melanjutkan para pelaku usaha harus memiliki inovasi baru untuk mempertahankan bisnisnya. Adapun pandemi Covid- 19 mengharuskan pengusaha melakukan banyak penyesuaian.

"Jadi pengusaha harus melakukan diversifikasi usaha, memperketat protokol kesehatan, serta menyesuaikan rantai pasok produksi. Tidak semuanya bisa melakukan diversifikasi usaha. Seperti restoran, misalnya sekarang banyak yang beralih menjadi usaha cathering," tandas dia. Baca Juga: Kabar Buruk! Omnibus Law 'Kebiri' Pesangon Buruh Korban PHK
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Toba Pulp Lestari Hentikan...
Toba Pulp Lestari Hentikan Operasi dan PHK Karyawan usai Izin Konsesi Dicabut
Mengatasi Pengangguran...
Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Rekomendasi
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved