Urgensi Cadangan Logistik Strategis di Tengah Ancaman Krisis Pangan

Rabu, 07 Oktober 2020 - 05:11 WIB
loading...
Urgensi Cadangan Logistik...
Urgensi Cadangan Logistik Strategis : Antisipasi Krisis Pangan Melalui Food Estate dan Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan dibahas para ahli bersama dengan Pemuda Tani Indonesia dan FKK HIMAGRI. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemuda Tani Indonesia bersama Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI) mengadakan Webinar Dialog Tani Nasional dengan dengan tema “Urgensi Cadangan Logistik Strategis : Antisipasi Krisis Pangan Melalui Food Estate dan Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan”.

Dengan dukungan dari Bank Mandiri dan Pertamina, webinar ini menghadirkan narasumber ahli pada bidangnya, di antaranya Mohamad Hekal, MBA (Wakil ketua Komisi VI DPR RI); Laksdaya TNI Dr. A. Octavian (Rektor Universitas Pertahanan); Kuntoro Boga Andri, Phd (Kepala Humas dan Informasi Publik Kementrian Pertanian); serta Guru Besar Universitas Jendral Soedirman Prof. Totok Agung.

(Baca Juga: Food Estate Perlu Teknologi yang Tepat )

Selain narasumber yang ahli pada bidangnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh partisipan dari seluruh elemen pendukung pertanian, dari mulai Organisasi serta Asosiasi Petani, Nelayan dan Peternak; Lembaga Pemerintah dan Daerah; hingga pelajar dan mahasiswa dari sabang sampai marauke berjumlah 457 orang.

Ir. Fary Francis, MMA sebagai Ketua DPP Pemuda Tani Indonesia memberikan sambutan di awal sekaligus membuka kegiatan. Kemudian dilanjut oleh Mohamad Hekal sebagai Keynote Speaker.

Hekal menyampaikan bahwa ancaman krisis pangan bagi Indonesia semakin terasa kala pandemi ini, karenanya menurut beliau sangat penting membuat cadangan logistik pangan sesuai amanat UU Pangan No 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Dan Food Estate bisa menjadi jawaban bagi program Penyediaan Cadangan Logistik Pangan. Program Food Estate ini mengkolaborasikan antara Menteri Pertanian dan Menteri Pertahanan serta banyak kementerian dan lembaga lainya, karena untuk menghindari krisis pangan dan energi sangat diperlukan kolaborasi semua pihak.

(Baca Juga: Jokowi Perintahkan Pembantunya Tuntaskan Masalah Lahan Lumbung Pangan )

Kegiatan dimoderatori oleh Suroyo selaku Ketua Harian DPP Pemuda Tani Indonesia dan Benny Rivaldy selaku Sekjen FKK Himagri 2018-2020. Kemudian dialog dilanjutkan oleh narasumber pertama Laksdaya TNI Dr. A. Octavian.

Beliau menyampaikan strategi pengembangan cadangan logistik. Ada tiga strategi utama, dari mulai melakukan Moderinisasi pada sektor pertanian dan perikanan, membentuk komponen cadangan untuk menambah jumlah angkatan kerja sektor pertanian dan perikanan, serta mengoptimalkan energi terbarukan dari laut dan darat.

Menurut beliau modernisasi perlu dilakukan meningkatkan effisiensi dan produktivitas pada areal lahan garapan. Harapannya jika modernisasi berhasil dilakukan maka dapat mengubah wajah pertanian konvesional mejadi modern. Berikutnya perlu juga dilakukan pembentukan komponen cadangan untuk menambah jumlah angkatan kerja sektor pertanian dan perikanan.

“Kita juga perlu membuat komponen cadangan yang diambil dari TNI. Mereka adalah orang yang terdidik dan disiplin, jadi dapat dimanfaatkan untuk membantu petani dan nelayan di luar jam kerja normal," tukasnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa harus ada pengoptimalan energi terbarukan untuk menghindari krisis energi pada masa mendatang sambil menunjukan slide teknologi ramah lingkungan penghasil energi.

“Dalam pengembangan pangan, kita juga harus mencari alternatif energi lain, agar tak termakan bom waktu. Makanya perlu dilakukan pengoptimalan energi yang terbarukan dari darat ataupun laut," tambahnya dalam penyampaian materi.

Setelah penyampaian dari narasumber terakhir, kegiatan dilanjutkan oleh beberapa dialog antara narasumber dan partisipan kegiatan. Kemudian di tutup oleh closing statment dari ketiga narasumber.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Berita Terkini
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved