OJK Tanamkan Literasi Keuangan kepada Anak-Anak yang Baru Melek Baca
Kamis, 08 Oktober 2020 - 09:58 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dan senantiasa akan mendorong berbagai program untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat dalam rangka mensejahterakan masyarakat di masa yang akan datang.
Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo mengatakan, program literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, akan tetapi juga kepada anak usia dini. ( Baca juga:Pengusaha: Buruh Daripada Mogok dan Demo, Mending ke MK Saja )
"OJK bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, kantor regional/kantor OJK, Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan pihak-pihak terkait di daerah melaksanakan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan," kata Anto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Kata dia, OJK pun meluncurkan seri buku literasi keuangan tingkat PAUD. Buku itu memiliki tiga tema utama, yaitu saving, sharing, dan spending.
"Buku ini disusun dengan cerita yang menyenangkan dan dekat dengan berbagai kejadian yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dicerna oleh siswa PAUD," katanya.
Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo mengatakan, program literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, akan tetapi juga kepada anak usia dini. ( Baca juga:Pengusaha: Buruh Daripada Mogok dan Demo, Mending ke MK Saja )
"OJK bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, kantor regional/kantor OJK, Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan pihak-pihak terkait di daerah melaksanakan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan," kata Anto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Kata dia, OJK pun meluncurkan seri buku literasi keuangan tingkat PAUD. Buku itu memiliki tiga tema utama, yaitu saving, sharing, dan spending.
"Buku ini disusun dengan cerita yang menyenangkan dan dekat dengan berbagai kejadian yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dicerna oleh siswa PAUD," katanya.
Lihat Juga :