Uni Eropa Bakal Ekspansi Bisnis ke ASEAN, RI Salah Satu yang Dilirik
Kamis, 08 Oktober 2020 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
"Hampir setengah dari responden mengharapkan adanya penataan ulang rantai pasok setelah pandemi Covid-19. Hal ini tentunya membuat hal-hal yang perlu diselesaikan dalam integrasi ekonomi ASEAN dan kemajuan dalam fasilitas perdagangan menjadi sangat penting demi pemulihan ekonomi ASEAN dari keterpurukan ekonomi," tambah Donald Kanak.
Dia menambahkan hasil survei membawa pesan yang sangat jelas, bahwa pelaksanaan Integrasi Ekonomi ASEAN saat ini sedang berada dalam masa jeda. Oleh karenanya, penting bahwa ASEAN, termasuk dengan para negara anggotanya perlu mempercepat langkah mereka agar bisa mencapai poin-poin komitmen yang tertuang dalam AEC Blueprint 2025. "Saat ini, kalangan pebisnis Eropa sedang melakukan penyesuaian strategi bisnis agar sesuai dengan kondisi lingkungan lokal ketimbang menunggu adanya kemajuan yang substansial dari integrasi ekonomi kawasan," katanya.
Baca Juga: Alasan Omnibus Law Buru-buru Disahkan, Edhy Prabowo: Sudah Ditunggu Nelayan
Lebih lanjut, para pelaku bisnis Eropa juga khawatir mengenai kurangnya perkembangan FTA (Perjanjian Dagang Bebas) lebih lanjut dalam kawasan ASEAN, terutama pembicaraan panjang mengenai FTA antar kawasan (Uni Eropa dan ASEAN) yang dinilai lebih memberikan banyak keuntungan daripada FTA bilateral. "Secara nyata, para pebisnis Eropa menginginkan Komisi Eropa untuk mempercepat laju negosiasi dan keterlibatan Uni Eropa dengan Asia Tenggara,“ tutup Chris Humphrey, Executive Director EU-ASEAN Business Council.
Dia menambahkan hasil survei membawa pesan yang sangat jelas, bahwa pelaksanaan Integrasi Ekonomi ASEAN saat ini sedang berada dalam masa jeda. Oleh karenanya, penting bahwa ASEAN, termasuk dengan para negara anggotanya perlu mempercepat langkah mereka agar bisa mencapai poin-poin komitmen yang tertuang dalam AEC Blueprint 2025. "Saat ini, kalangan pebisnis Eropa sedang melakukan penyesuaian strategi bisnis agar sesuai dengan kondisi lingkungan lokal ketimbang menunggu adanya kemajuan yang substansial dari integrasi ekonomi kawasan," katanya.
Baca Juga: Alasan Omnibus Law Buru-buru Disahkan, Edhy Prabowo: Sudah Ditunggu Nelayan
Lebih lanjut, para pelaku bisnis Eropa juga khawatir mengenai kurangnya perkembangan FTA (Perjanjian Dagang Bebas) lebih lanjut dalam kawasan ASEAN, terutama pembicaraan panjang mengenai FTA antar kawasan (Uni Eropa dan ASEAN) yang dinilai lebih memberikan banyak keuntungan daripada FTA bilateral. "Secara nyata, para pebisnis Eropa menginginkan Komisi Eropa untuk mempercepat laju negosiasi dan keterlibatan Uni Eropa dengan Asia Tenggara,“ tutup Chris Humphrey, Executive Director EU-ASEAN Business Council.
(nng)
Lihat Juga :