Cadangan Energi Fosil Makin Tipis, Saatnya Beralih ke EBT
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 19:45 WIB
loading...
Ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil perlu segera dikurangi dengan mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia masih tergantung pada impor dalam penyediaan energi guna memenuhi kebutuhan di dalam negerinya. Ketergantungan impor energi ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kedaulatan perekonomian dan ketahanan energi nasional .
Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris mengatakan, ketergantungan terhadap energi fosil semakin lama makin mengkhawatirkan karena ketersediaan cadangannya semakin terbatas. Untuk itu, tegas dia, Indonesia memerlukan transisi dari energi berbasis fosil yang memberikan dampak serius terhadap lingkungan ke energi hijau yang menjadi tren global.
(Baca Juga: India Agresif Kembangkan Energi Baru Terbarukan, Bagaimana Indonesia?)
"Kondisi Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi fosil. Masih ada sekitar 91% energi kita dipenuhi energi fosil, yaitu batu bara, minyak dan gas bumi. Baru sekitar 9,15% dari energi kita dipenuhi energi baru terbarukan (EBT) ," ujarnya dalam acara jumpa pers Indo EBTKE ConEx 2020 secara virtual, Jumat (9/10/2020).
Harris melanjutkan, untuk sektor pembangkit tercatat sudah ada sekitar 10.400 MW pembangkit dari EBT atau 15% dari total 69.000 MW pembangkit saat ini. Namun, jika dilihat lebih detail lagi, pembangkit yang ada saat ini belum mencapai 100% rumah tangga Indonesia. "Baru sekitar 98,9%. Artinya masih ada 1% rumah tangga di Indonesia yang belum ada akses listrik sama sekali," ungkapnya.
Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris mengatakan, ketergantungan terhadap energi fosil semakin lama makin mengkhawatirkan karena ketersediaan cadangannya semakin terbatas. Untuk itu, tegas dia, Indonesia memerlukan transisi dari energi berbasis fosil yang memberikan dampak serius terhadap lingkungan ke energi hijau yang menjadi tren global.
(Baca Juga: India Agresif Kembangkan Energi Baru Terbarukan, Bagaimana Indonesia?)
"Kondisi Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi fosil. Masih ada sekitar 91% energi kita dipenuhi energi fosil, yaitu batu bara, minyak dan gas bumi. Baru sekitar 9,15% dari energi kita dipenuhi energi baru terbarukan (EBT) ," ujarnya dalam acara jumpa pers Indo EBTKE ConEx 2020 secara virtual, Jumat (9/10/2020).
Harris melanjutkan, untuk sektor pembangkit tercatat sudah ada sekitar 10.400 MW pembangkit dari EBT atau 15% dari total 69.000 MW pembangkit saat ini. Namun, jika dilihat lebih detail lagi, pembangkit yang ada saat ini belum mencapai 100% rumah tangga Indonesia. "Baru sekitar 98,9%. Artinya masih ada 1% rumah tangga di Indonesia yang belum ada akses listrik sama sekali," ungkapnya.
Lihat Juga :