Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sulsel Tumbuh Positif
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 20:53 WIB
loading...
A
A
A
Adapun nilai transaksi saham di Sulsel hingga Agustus 2020 mencapai Rp9,25 triliun. Industri keuangan non bank (IKNB) juga tumbuh tinggi pada industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 6,31% yoy menjadi Rp1,09 triliun. Adapun penyaluran pembiayaan melalui perusahaan pembiayaan mengalami perlambatan -9,31% menjadi Rp12,28 triliun. Pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian tumbuh tinggi 27,35% menjadi Rp4,94 triliun.
Pada realisasi asuransi agribisnis terus digenjot di sektor asuransi pertanian, asuransi usaha tani padi (AUTP) telah menjangkau 8.367 Ha dengan nilai premi mencapai Rp1,50 miliar. Adapun asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTSK) telah menjangkau 13.237 ekor sapi dengan nilai premi Rp2,64 miliar.
Nurdin Subandi mengungkapkan, untuk implementasi kebijakan restrukturisasi, OJK secara berkelanjutan memonitoring implementasi pelaksanaan restrukturisasi kredit/pembiayaan sesuai POJK No.11/POJK.03/2020 (perbankan) dan POJK No.14/POJK.05/2020 (IKNB). Sampai dengan 13 Agustus 2020, 37 Bank Umum Konvensional/Syariah (termasuk 3 Unit Usaha Syariah) telah melakukan proses restrukturisasi dan 29 di antaranya telah melakukan restrukturisasi dengan O/S restrukturisasi sebesar Rp 18,87 triliun yang terdiri dari 199.981 debitur restru.
Baca juga: Masya Allah, Tingkat Melek Keuangan Syariah Masih Jauh Tertinggal
Selanjutnya, 76 perusahaan pembiayaan telah melakukan proses restrukturisasi dan 73 di antaranya telah melakukan restrukturisasi dengan O/S restrukturisasi Rp 7,59 triliun bagi 216.181 debitur restru. OJK terus berkoordinasi dengan perbankan serta perusahaan pembiayaan untuk memastikan realisasi penerapan kebijakan restrukturisasi tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan membantu debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19.
Di sisi lain, Nurdin Subandi menuturkan, dalam rangka mendorong bergeraknya kembali sektor riil menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 serta mendukung langkah pemerintah dalam rangka percepatan PEN, Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA) Sulawesi Selatan menargetkan akan menyalurkan kredit Rp3,62 triliun ke beberapa sektor ekonomi.
“Realisasi PEN di Sulawesi Selatan sebesar Rp 3,81 triliun kepada 64.366 debitur. Tentunya sampai akhir tahun diharapkan dapat terus meningkat,” harapnya.
Pada realisasi asuransi agribisnis terus digenjot di sektor asuransi pertanian, asuransi usaha tani padi (AUTP) telah menjangkau 8.367 Ha dengan nilai premi mencapai Rp1,50 miliar. Adapun asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTSK) telah menjangkau 13.237 ekor sapi dengan nilai premi Rp2,64 miliar.
Nurdin Subandi mengungkapkan, untuk implementasi kebijakan restrukturisasi, OJK secara berkelanjutan memonitoring implementasi pelaksanaan restrukturisasi kredit/pembiayaan sesuai POJK No.11/POJK.03/2020 (perbankan) dan POJK No.14/POJK.05/2020 (IKNB). Sampai dengan 13 Agustus 2020, 37 Bank Umum Konvensional/Syariah (termasuk 3 Unit Usaha Syariah) telah melakukan proses restrukturisasi dan 29 di antaranya telah melakukan restrukturisasi dengan O/S restrukturisasi sebesar Rp 18,87 triliun yang terdiri dari 199.981 debitur restru.
Baca juga: Masya Allah, Tingkat Melek Keuangan Syariah Masih Jauh Tertinggal
Selanjutnya, 76 perusahaan pembiayaan telah melakukan proses restrukturisasi dan 73 di antaranya telah melakukan restrukturisasi dengan O/S restrukturisasi Rp 7,59 triliun bagi 216.181 debitur restru. OJK terus berkoordinasi dengan perbankan serta perusahaan pembiayaan untuk memastikan realisasi penerapan kebijakan restrukturisasi tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan membantu debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19.
Di sisi lain, Nurdin Subandi menuturkan, dalam rangka mendorong bergeraknya kembali sektor riil menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 serta mendukung langkah pemerintah dalam rangka percepatan PEN, Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA) Sulawesi Selatan menargetkan akan menyalurkan kredit Rp3,62 triliun ke beberapa sektor ekonomi.
“Realisasi PEN di Sulawesi Selatan sebesar Rp 3,81 triliun kepada 64.366 debitur. Tentunya sampai akhir tahun diharapkan dapat terus meningkat,” harapnya.
(luq)
Lihat Juga :